Tuesday, December 30, 2008

Ubuntu (philosophy) say no to israel


Ubuntu, diucapkan [Ubuntu], adalah sebuah etika atau humanis filosofi yang berfokus pada rakyat dan hubungan satu dengan yang lain. Kata memiliki asal dalam bahasa "Bantu"dari Afrika Selatan. Ubuntu dipandang sebagai konsep tradisional Afrika. ( Dion Forster 2006a:252) [1] (Dion Forster 2006a: 252)

An attempt at a longer definition has been made by Archbishop Desmond Tutu (1999):

“ A person with Ubuntu is open and available to others, affirming of others, does not feel threatened that others are able and good, for he or she has a proper self-assurance that comes from knowing that he or she belongs in a greater whole and is diminished when others are humiliated or diminished, when others are tortured or oppressed. ”

Dan sekarang ubuntu versi terakhir 8.10 interprid ibex menjadi sistem operasi alternatif yang gratis, lalu apa hubungannya dengan pergantian tahun baru, ada tekad baru dari uBuntu yang seharusnya bisa ditiru, "humanity for others" yang jelas tidak dimiliki oleh "israel", saat tulisan ini dibuat menggempur jalur gaza. Apapun alasannya tetap tidak bisa dibenarkan. Tahun baru ini aku panjatkan doa khusus untuk saudara - saudaraku di klibat pertama umat muslim, palestina! tempat dimana darah syuhada ditumpahkan, insyaAllah...





Readmore »»

Tuesday, December 23, 2008

cara membut uBuntu USB live edition dari windows

Persistent 8,10 Ubuntu Live USB instalasi berikut tutorial meliputi cara instalasi, boot dan menjalankan Ubuntu 8,10 dari USB flash drive menggunakan Windows komputer untuk melakukan instalasi. 8,10 Ubuntu akan dijalankan secara native dari perangkat portabel memanfaatkan menjadi rw-lingkaran Casper file untuk menyimpan dan memulihkan perubahan.

Live Ubuntu 8.10 USB Screenshot:


requirement :
  • Windows PC untuk melakukan konversi
  • Ubuntu 8.10 ISO (the script can download it)
  • USB flash drive 2GB atau lebih besar USB flash drive
  • Ubuntu810p.exe (berisi file untuk melakukan konversi)
  • HP USB format tool (untuk format dan membuat flash drive aktif)

Instalasi tutorial:

  1. Download the HP USB format tool and format your stick using a Fat32 file system
  2. buat folder Ubuntu810P
  3. Download kemudian buka Ubuntu810P.exe
  4. Download the Ubuntu 8.10 ISO dan tempatkan dalam Ubuntu810P folder. Langkah ini adalah opsional, skrip ini akan mencoba untuk men-download ISO jika tidak hadir
  5. Dari Ubuntu810P folder, klik Ubuntu810.bat dan ikuti petunjuk
  6. Setelah script selesai, restart PC Anda dan mengatur atau Boot Menu BIOS untuk boot dari perangkat USB, menyimpan perubahan Anda dan reboot

Jika semua berjalan dengan lancar, anda seharusnya sudah bisa boot dari Anda sendiri pribadi 8.10 Ubuntu Live USB yang memungkinkan Anda untuk menyimpan perubahan Anda dan melakukan pembaruan sistem.



Readmore »»

Cara Membuat UBUNTU FlashDisk Edition


dari : http://www.pendrivelinux.com/2008/10/15/ubuntu-810-persistent-flash-drive-install-from-live-cd/
proses pembuatan "Ubuntu 8,10 Persistent flash drive" menggunakan Live CD. Tutorial ini akan memungkinkan pengguna untuk menginstall Ubuntu 8,10 untuk USB flash drive saat boot dari Live CD.


Catatan: USB Installer sekarang sudah disertakan pada CD Ubuntu 8.10. Enak bukan?
kebutuhan :

* CD Ubuntu 8,10
* koneksi internet
* 1GB atau lebih besar USB flash drive (2GB atau lebih besar untuk skrip instalasi)



1.Buat Ubuntu 8,10 flash drive secara otomatis

Dengan metode ini, Anda harus menggunakan 2GB atau lebih besar flashdisk.

1. Download Ubuntu 8,10 ISO dan bakar ke CD
2. Anda restart komputer, boot dari Live CD
3. Masukkan 2GB atau lebih besar USB flash drive
4. Buka terminal dan ketik berikut ke dalam jendela terminal:

wget pendrivelinux.com/downloads/u810/u810.sh

chmod + x u810.sh & & sh u810.sh

5. Ikuti petunjuk onscreen
6. Setelah script selesai, reboot komputer anda dan mengatur BIOS anda atau menu boot untuk boot dari perangkat USB

Buat Ubuntu 8,10 flash drive secara manual

1. Download Ubuntu 8,10 ISO dan bakar ke CD
2. Restart komputer anda dan boot dari Ubuntu Live CD
3. Masukkan 1GB atau lebih besar USB flash drive
4. Buka jendela terminal dan ketik sudo su
5. Sekarang ketik fdisk-l untuk daftar tersedia drive / partisi (catatan yang Anda adalah perangkat flash drive Contoh: / dev / sdb). Dalam tutorial ini, mengganti semua alat x dengan huruf drive flash. Misalnya, jika Anda flash drive sdb, ganti x dengan b.
6. ketik umount / dev/sdx1
7. ketik fdisk / dev / sdx
* Ketik p untuk menampilkan partisi yang sudah ada dan d untuk menghapusnya
* Ketik p lagi untuk menampilkan semua partisi yang tersisa (jika ada partisi, ulangi langkah sebelumnya)
* Ketik n untuk membuat sebuah partisi baru
* P untuk partisi primary
atau 1 untuk membuat ketik ini pertama partisi
o tekan enter untuk menggunakan default 1st silinder
o ketik +750 M untuk mengatur ukuran partisi
o ketik ini untuk membuat sebuah partisi aktif
o ketik 1 untuk memilih partisi 1
o ketik t untuk mengubah partisi filesystem
o ketik 6 untuk memilih fat16 file sistem
* Ketik n untuk membuat partisi baru lain
* P untuk partisi primary
o ketik 2 untuk membuat partisi ini kedua
o tekan enter untuk menggunakan default silinder
o tekan enter lagi untuk menggunakan standar terakhir silinder
o ketik w untuk menulis tabel partisi baru
8. ketik umount / dev/sdx1 untuk unmount partisi
9. ketik mkfs.vfat M-16-n ubuntu810 / dev/sdx1 untuk memformat partisi pertama
10. ketik umount / dev/sdx2 untuk memastikan partisi lepas
11. ketik mkfs.ext2-b 4096-L Casper-rw / dev/sdx2 untuk memformat partisi kedua
12. Hapus dan masukkan kembali flash drive (jika diminta sebuah media baru yang telah terdeteksi, pilih untuk membuka di jendela baru dan klik ok)
13. Kembali pada terminal, ketik sudo apt-get install syslinux mtools
14. ketik syslinux-sf / dev/sdx1
15. ketik cd / cdrom
16. ketik cp-rfv Casper dists install pics renang preseed. Disk isolinux / * md5sum.txt README.diskdefines install/mt86plus / media/ubuntu810
17. ketik cd / media/ubuntu810
18. ketik cp isolinux.cfg syslinux.cfg
19. ketik rm text.cfg
20. ketik wget pendrivelinux.com/downloads/u810/text.cfg
21. Reboot komputer Anda dan mengatur sistem anda boot prioritas BIOS untuk boot dari USB stick

Readmore »»

indosat broadband performance with k630

berdasar pengalaman pribadi setelah mencoba performance dari indosat broadband dengan windows XP dan K630 secara umum cukup puas, walaupun begitu untuk ukuran rate 300ribu + ppn jadi kurang lebih 330rb sebulan (hanya untuk langganan internet saja) rasanya masih tergolong mahal, namun bagus untuk pengguna mobile. paket yang saya pilih adalah paket Bundling Matrix – Broadband 1,2 GB dengan speed maksimal HSDPA (coverage HSDPA masih belum full). jika berdasarkan speed saya lebih menyukai berlangganan paket unlimited karena walau saya berlangganan paket broadband tempat tinggal saya lebih sering mendapat sinyal 3G saja, bahkan kadang 3G-pun tidak ada.


speedtest dari rumah


saran :
1. cek coverage tempat paling sering digunakan ->minim 3G (Maks 3.5 G HSDPA untuk mendapatkan speed lumayan)
2. pastikan HP / modem minim 3G -> recommended based on value K630 / huawei e220

kekurangan :
1. billing "kadang" atau bahkan "sering" tidak update.
2. minim dokumentasi dari customer service.

Readmore »»

Thursday, November 27, 2008

ultrasurf unblock download

sudah dibahas di 1000 jalan menuju internet tentang proxy. sekarang bagaimana menggunakannya.
1. tentunya download. biasanya download ultrasurf langsung kena blok:) saya kasih link yang semoga tidak di blok :) silahkan download disini
2. buka ultrasurfnya.
3. setting webbrowser...


setting webbrowser:
1. jika menggunakan internet explorer secara default biasanya sudah diset oleh ultrasurf.























2. menggunakan google chrome : harusnya ikut settingan internet explorer.











3. mozilla. karena sudah tau settingan dari internet explorer kita dapat ip 127.0.0.1 dan port 9666 maka di mozilla pilih menu tools - options - settings pilih manual proxy configuration dan isi http proxy dengan 127.0.0.1 dan portnya 9666, begitu juga pilihan yang lain. harusnya tidak perlu restart. tips, anda bisa menggunakan addon mozilla untuk proxy switcher, download disini (jika anda mempunyai beberapa proxy...)


Readmore »»

1000 jalan menuju internet

bingung ketika akses internet mulai dikotak kotakkan n diblok? jangan menyerah, ada 1000 jalan menuju internet.
1. proxy
gunakan tools - tools bermanfaat seperti ultrasurf dsb.









selengkapnya tentang ultrasurf dan bagaimananya.... silahkan lihat disini

2. webproxy. cari webproxy yang tidak diblok oleh admin tentunya. untuk saat ini ada web yang "belum terkenal" tapi lumayan buat proxy. coba disini
3. langganan internet sendiri. he3 kalau ini pilihan yang sulit ya. coba gunakan yang orang - orang percaya, saat tulisan ini dibuat, saya cukup puas dengan indosat unlimited dan speedy (saya bukan mo iklan, wong bukan orang indosat atau telkom)


ultrasurf

Readmore »»

kutitipkan sebuah doa untuk anakku...












dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. tiada pantas jika aku berkata inilah hasil doaku, karena anugrah ini semata adalah karuniamu dan bukti kasih dan sayangmu, begitu engkau Kasih maka Sayang-Mu menitipkan sebuah amanah untuk kami. maka sekedar harapan yang kami titipkan kepada amanahmu, Shafira Hana Azkia.

Hana, banyak yang mengira itu singkatan dari nama kedua orang tuamu. memang benar, salah satu faktornya adalah menitipkan nama kami untuk dirimu, semoga Allah membersikan lintasan kesombongan karena itu. Jangan sampai kelak jika engkau menuai sebuah prestasi dunia, hanya karena sebuah nama itu kami menjadi sombong. Kami tidak menitipkan nasab yang mulia untuk dirimu, karena itu sederhanalah dalam hidup. Hana, beberapa waktu lalu ada terjemahan bebas untuk kata Hana, kekayaan tanpa payah ; kebahagiaan. Seandainya keduanya boleh kami pilih, semoga kekayaan dan kebahagiaan hati adalah yang utama, sedangkan harta hanyalah sekedar perhiasan dan amanah.

Azkia, suci bersih itulah harapan kami, ketika "kebahagiaan yang suci" itu lahir, pasti karena campur tangan-Nya. dan karena nama adalah doa, maka kami panjatkan semoga engkau menjadi anak yang shalehah (*sholehah), engkau beratkan bumi ini dengan laa ilaa ha illallah!

ketika menjelang kelahiranmu, ibu (nenekmu) menitipkan sebuah nama Shafira, karena kekaguman beliau pada nama tersebut, memang itu sekedar pilihan kata buat beliau, namun menyenangkan orang tua di dunia adalah sebuah kebahagiaan tersendiri, dan seperti itulah kami harapkan engkau kelak. berilah kami sekedar doa dan ke-sholehah-anmu kelak untuk melapangkan kubur kami dan meneranginya....

kutitipkan sebuah nama untukmu anakku "Shafira Hana Azkia". Seandainya kelak engkau menyesali pilihan kata dari kami, janganlah engkau sesali besarnya harapan dan doa kami, dan seandainya pula akhirnya engkau akhirnya lebih menyukai kata yang lain dan berniat untuk menggantinya, ingatlah Doa kami tetap setia untukmu.

kutitipkan sebuah nama untukmu anakku tersayang... Shafira Hana Azkia... ketika kerinduan akan manisnya iman dan nikmatnya sujud masih sekedar rindu. kami berharap engkau menjadi obat penyembuh luka ini dan perantara bagi kami untuk perbaikan diri.

semarang, akhir penghujung nopember ketika rindu itu masih sekedar rindu

Readmore »»

Wednesday, November 19, 2008

ibu dan cintaku


pria dan wanita banyak mana?
kalau pria dan wanita yg pakai internet banyak mana?





bunda

0.21
ibu

1.00
mama

0.40
bapak

0.05
ayah

0.15

klo bapak n ibu....
sedang iseng aja, lihat google trends kata yang paling banyak dicari antara : bunda,ibu,mama,bapak,ayah
dulu rosulullah memilih ibu 3 kali baru 1 kali bapak ketika ditanya.
sekarang google memilih
ibu 1.00 dan ayah 0.15 atau 6.667 dibanding 1
ibu 1.00 dan bapak 0.05 atau 20 dibanding 1

hasilnya bahkan kata yang kurang populerpun --> "bunda" lebih besar daripada kata umum yang paling sering dipakai "ayah" menunjukkan
bunda 0.21 dan ayah 0.15 atau 7 banding 5 kalau
bunda 0.21 dan bapak 0.05 atau 4 banding 1


mana yang lebih hebat ibu atau bapak? (trend)

lihat detail
jadi ingat tulisan yang sudah cukup lama :

Malaikat di rumahmu Print E-mail
Written by Fanya Ardianto
Thursday, 09 March 2006

Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan : "Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah"? Dan Tuhan menjawab, "Saya telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."





Bayi : "Tapi disini, di dalam surga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia."
Tuhan : "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia."
Bayi : "Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka ?"
Tuhan : "Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar; dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara kamu berbicara."
Bayi : "Dan apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu ?"
Tuhan : "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa."
Bayi : "Saya mendengar bahwa di Bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya ?"
Tuhan : "Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal tersebut mungkin dapat mengancam jiwanya."
Bayi : "Tapi, saya pasti akan merasa sedih karena tidak melihatMu lagi."
Tuhan : "Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang Saya, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaKu, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."

Saat itu Surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar, dan sang bayi bertanya perlahan, "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Kamu memberitahuku nama malaikat tersebut ?", Tuhan menjawab : "Kamu akan memanggil malaikatmu dengan sebutan Ibu..."

Ingatlah
selalu kasih sayang ibu,
berdoalah untuknya dan
cintailah dia sepanjang masa.

---

belum bisa kupersembahkan sesuatu yang "penuh arti untuknya", padahal masih ingat di benakku, ketika menjelang UMPTN, aku berbaring di tempat tidur, ibuku menemaniku disebelah sambil membacakan soal2 biologi, karena beliau "memahami" aku sulit menghapal, atau bahkan hanya sekedar membuatkan air hangat karena tak bisa berbuat apa2 dengan soal kalkulus. walaupun beliau tidak pernah mengucapkan kata "cinta" namun apa yang beliau banyak berbuat untuk cintanya,


saya sedang tidak merendahkan bapak, hanya saja cinta kasih seorang ibu adalah cerita yang menakjubkan, ketika istri saya hamil kesulitan2 sampai hal hal yang aneh membuatku hanya bisa berkata, "pregnant is amazing story".dan alhamdulillah aku mendapat kesempatan mendampingi langsung istri di persalinan, membuatku hanya merasa bersalah kepada ibu.... dan istriku...


kutulis menjelang sebulan menjelang hari ibu....

Readmore »»

Monday, November 10, 2008

TERLALU CINTA

TERLALU CINTA
Terhenyak sejenak dalam sebuah malam senyap dan sunyi, teringat sebuah paragraf di sebuah buku Memoar Hasan Al Banna yang mengisahkan kisah seorang syaikh bernama syaikh Syalbi
***
Sudah menjadi kebiasaan kami -- dalam rangka memperingati maulid nabi--setiap malam sejak tanggal 1 hingga 12 rabiul awwal secara berombongan dan bergiliran selalu mengunjungi rumah salah seorang ikhwan. Malam itu tibalah giliran rumah syaikh Syalbi ar rijal yang menjadi jadwal kunjungan.
Kami pun berangkat seperti biasanya setelah isya. Kami berangkat secara berombongan dengan penuh kegembiraan. Saya melihat rumah syaikh Syalbi sangat terang, bersih dan rapi. Dihidangkanlah serbat, kopi dan qirjah seperti biasanya. Kami duduk dan meminta nasehat nasehat syaikh syalbi....




Ketika kami hendak pergi, ia berkata dengan senyum yang lembut, "Datanglah kalian besok pagi pagi sekali agar kita bisa menguburkan Ruhiyah bersama sama." Ruhiyah adalah putri beliau satu satunya. Allah mengaruniakan Ruhiyah kepadanya kurang lebih setelah sebelas tahun dari usia pernikahannya. Ia sangat mencintainya sehingga hampir tidak pernah meninggalkannya sekalipun sedang sibuk bekerja. Ruhiyah kemudian tumbuh menjadi seorang gadis. Ia menamainya Ruhiyah karena putrinya ini menempati kedudukan 'ruh' pada dirinya. Tentu kami terperanjat," Kapan ia meninggal?" tanya kami spontan. "Tadi menjelang magrib." jawabnya tenang.
"Kenapa syaikh tidak memberitahukan kami semenjak tadi, sehingga kami dapat mengajak kawan yang lain untuk kemari bersama sama?
Ia menjawab, "Apa yang telah terjadi meringakan kesedihanku. Pemakaman telah berubah menjadi peristiwa yang membahagiakan. Apakah kalian masih menginginkan nikmat Allah yang lebih besar lagi daripada nikmat ini?" Pembicaraan akhirnya berubah menjadi seperti pelajaran tasawuf yang disampaikan oleh syaikh Syalbi.
Beliau mengemukakan bahwa kematian putrinya itu adalah kecemburuan Allah kepada hatinya. Memang sesungguhnya. Allah merasa cemburu kepada para hambaNya yang sholih apabila sampai terikat dengan selainNya atau apabila ia berpaling kepada selainNya. Beliau mengambil buku dalil dengan kisah Ibrahim AS. Hati Ibrahim terikat dengan Ismail, sehingga akhirnya Allah SWT memerintahkannya untuk menyembelih putranya, Ismail.
Ketika hati Nabi Ya'qub terikat dengan Yusuf Alalh swt pun membuat Yusuf hilang dari sisinya sekian tahun. Oleh karena itu jangan sampai hati seorang hamba itu terikat dengan selain Allah swt. Kalau tidak demikian maka sebenarnya ia adalah pendusta dalam hal pengakuan kecintaannya......[dikutip dari Memoar Hasan Al Banna, halaman 80-81]

****
Keterikatan...yah keterikatan hati ini.
Ya Allah sudahkah kutempatkan ia pada tempatnya yang semestinya??
Engkaulah yang menguasai hati hati ini ya Allah.
Tempatkanlah dia pada tempat yang semestinya.
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (syurga)."
ani_soekarno@yahoo.com


Readmore »»

Cinta Lelaki Mulia

Cinta Lelaki Mulia
oleh: O Murazza

eramuslim - Di Thaif, lelaki mulia itu terluka. Zaid bin Haritsah yang mendampinginya pun ikut berdarah ketika berusaha memberikan perlindungan. Penduduk negeri itu melemparinya dengan batu. Padahal, ajakannya adalah ajakan tauhid. Seruannya adalah seruan untuk mengesakan Allah. "Agar Allah diesakan dan tidak disekutukan dengan apapun." Namun, Bani Tsaqif malah memusuhinya. Pejabat negeri itu menghasut khalayak ramai untuk menyambutnya dengan cercaan dan timpukan batu.

Meski diperlakukan sedemikian kasar, Rasulullah tetap pemaaf. Kecintaannya kepada umat mengobati derita yang dialaminya. Beliau menolak tawaran Jibril yang siap mengazab penduduk Thaif dengan himpitan gunung. Sebaliknya, ia mendoakan kebaikan bagi kaum yang mencemoohnya itu, �Ya Allah, berilah kaumku hidayah, sebab mereka belum tahu.�



****

Di Bukit Uhud, pribadi pilihan itu kembali terluka. Wajah Rasulullah SAW terluka, gigi seri beliau patah, serta topi pelindung beliau hancur. Fatimah Az-Zahra, putri beliau, bersusah payah untuk menghentikan pendarahan tersebut. Dua pelindungnya terakhir, Ali ra dan Thalhah ra juga terluka parah.

Bukit Uhud menjadi saksi kekalahan pahit itu. Pasukan pemanah yang diperintahkan menjaga bukit, dijangkiti gila dunia. Silaunya harta rampasan menggerogoti keikhlasan mereka. Akibatnya, pasukan kaum muslimin porak-poranda dan Rasul pun terluka. Meski kembali disakiti, cinta lelaki mulia itu tetap bergema, �Ya Tuhanku! Berilah ampunan kepada kaumku karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.�

****

Thaif dan Uhud merupakan hari-hari terberat sang Nabi. Pengorbanannya bagi umat tiada berbanding. Iltizam terhadap dakwah mewarnai hari-hari Rasul akhir zaman itu. Kecemasannya pada nasib umat selalu mengemuka. Ia adalah Rasul yang penuh cinta kepada umatnya. Cinta itu berbalas, generasi sahabat (generasi pertama) adalah generasi yang juga sangat mencintainya. Cinta yang diperlihatkan Zaid bin Haritsah di Thaif ketika menjadi tameng bagi rasulnya. Cinta yang dibuktikan Abu Dujanah, Hamzah dan Mush'ab bin Umair di bukit Uhud. Tapi, adakah generasi terkini masih mencintainya? Apakah umatnya sekarang tetap menyimak sunnah yang diwariskannya?

Sejarah berbicara, semakin panjang umur generasi umatnya, semakin menjauh pula generasi itu dari risalahnya. Umatnya saat ini, cenderung mencemooh segelintir mukmin yang masih menghidupkan sunnah. Buku-buku sunnah mulai terpinggirkan. Kitab Bukhari-Muslim harus bersaing dengan textbook dan diktat yang lebih menjanjikan keahlian dan masa depan. Serial sirah nabawiyah hampir menghilang dari tumpukan handbook dan ensiklopedia yang biasanya menjadi asksesoris di ruang tamu keluarga muslim.

Aspek sunnah dalam ber-penampilan dan berpakaian, ramai dikritisi dengan alasan tidak praktis. Contoh dari Rasul dalam keseharian, pun semakin dihindari. Sunnah dianggap simbol yang sifatnya tentatif, bukan sebagai panduan kehidupan (minhaaj al-hayaah).

Apatah lagi aspek syar'i. Begitu banyak argumen yang dihembuskan sebagai 'pembenaran' untuk berkelit dan menghindari aspek syar'i dari sunnah. Wabah 'ingkar sunnah' ini mulai terjangkit dalam komunitas-komunitas yang mengaku sebagai pengikutnya.

Jurang antara umat dengan warisan risalah Nabinya ini tentu merugikan. Kecemerlangan pribadi Rasul nyaris tak dikenali umatnya. Padahal, dalam pribadinya ada teladan yang sempurna. �Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah� (Al-Ahzab (33): 21).

Singkatnya, kemuliaan Rasul hampir menghilang dari ingatan. Keutamaan ber-shalawat kepada nabi pun nyaris terlupakan. Padahal, Allah dan malaikat-malaikat-Nya pun ber-shalawat untuk beliau [Al Ahzab (33) : 56]. Untuk Rasul, yang berjanji untuk menghadiahkan syafaat bagi umatnya. �Setiap nabi memiliki doa yang selalu diucapkan. Aku ingin menyimpan doaku sebagai syafaat bagi umatku pada hari kiamat� (HR Muslim).

****

Merujuk kepada sunnah yang diwariskan Rasulullah adalah ungkapan kecintaan kepadanya. Cinta pada Rasul yang lahir dari keimanan kepada Allah. �Katakanlah jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang� (Ali Imran (3): 31). Mencintai Lelaki mulia itu, berarti kesungguhan untuk meneladani sirah nabawiyah sebagai panduan dalam mengarungi kehidupan. Kecintaan yang akan meluruskan langkah kita untuk ittibaa' dan ber-komitmen untuk menyampaikan risalahnya.


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, �Seorang hamba tidak beriman sebelum aku lebih dicintainya dari keluarganya, hartanya dan segenap manusia.� (Muttafaq Alaih)

Readmore »»

Cinta

Banyak bacaan bertema cinta yang sudah kubaca, namun aku sendiri masih terlalu malu untuk menuliskannya dalam rangkaian kata yang menggugah hatiku sendiri, tentang apa dan siapa, tentang mengapa lalu kemudian bagaimana.
In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.
Praise be to Allah, the Cherisher and Sustainer of the worlds;

Puluhan karanganku sering menunjukkan sisi emosionalku yang terkendali maupun tidak, dan kali ini bagaimanakah sisi lubuk hatiku mampu menuangkannya secara jujur dan tidak terbelenggu kemunafikan yang sering membungkus argumen - argumen yang kulontarkan untuk membela diri, yang rasanya hadir begitu saja... mungkin karena terlalu banyak kemunafikan yang menutup kemunafikan yang sudah ada... aku berlindung kepada-Mu dari godaan yang terkutuk dan aku berlindung dari kejahatan diriku sendiri.



Kenapa rasa gelisah mulai hadir . . .
Apakah penyebabnya . . .
Benarkah hati ini mulai tertarik . . .
Kepada siapa hati ini ditautkan . . .

Hati ini berdegup sedikit lebih kencang, hati ini memaksa menetralkan semua sisi kegugupan ketika sesuatu tentang dia terdengar melalui telinga, memaksa berpaling menutup fitrahku sebagai manusia bahwa dia sebenarnya sudah mencuri hatiku. . .
Tiap pertemuan dengannya mungkin sering aku menghindar, tapi kadang lengah menyapa pikiranku untuk menutun mata ini pada si penggoda hati, entah karena rasa keingintahuan atau justru kenginan untuk memiliki walau sekedar dalam pandangan, kemudian penyesalan sesaat terjadi, kenapa hati ini lengah menjaga syahwat yang bergelora. Astaghfirullah... wajarkah ini ...
Mungkin argumen berbalut madu mungkin pula hati yang terturut kehendak syetan, manusia memang memiliki ketertarikan pada lawan jenisnya, namun di sisi lubuk hati ada jeritan lemah berkata apakah ini zina hati...

Sementara tidak usahlah aku memperdebatkan apa yang mungkin tak akan berujung. Ada yang lebih menarik lagi, ketika namanya terdengar jantung berdetak lebih cepat, ketika permintaannya terucap, jiwa ini bersegera menjawab... tapi saat Asma-Nya terlantunkan dalam kalimat - kalimat suci, jarang kalbu ini tersentuh, jangankan detak, rasanya getaran lemah pun masih sangat jarang. Saat panggilan-Nya terdengar jangankan bersegera, menundapun masih diiringi dengan penundaan yang lain. Argumen tentang bahwa “ibadah kepadaNya sering dibangun atas fondasi toleransi” bermunculan di setiap pertentangan hati.

Tidak butuh beberapa detak untuk gundah, saat nama indah si dia disebut, tetapi butuh energi super ekstra untuk sekedar terjaga, saat nama-Nya terlantun, walaupun lantunan itu sudah sangat merdu, namun energi yang muncul pun masih kurang untuk membuat aku sadar dan berpaling serta kembali ke jalan yang benar.

Tidak perlu sekian lama untuk menghadirkan rindu saat si-dia mulai menghilang dari peredaraan jalur hidupku, kadang tidak sampai setengah hari, sesaat setelah berpisah saja sudah mampu mengundang rasa rindu untuk berdandan indah, mengisi kekosongan angan – angan, menegakkan pilar – pilar semangat hidup, bahkan hingga menghiasi mimpi – mimpi yang belum tentu bisa kurencanakan... dia sering hadir begitu saja... wajah lugunya mungkin sulit kulukiskan dalam tiap anganku, tapi ingatan akan si dia serasa tidak pernah lepas dari lukisan hati, tergambar begitu saja, tidak perlu usaha untuk mengumpulkan memori – memori, mereka datang dengan sendirinya, dalam sepi atau ramai, dalam susah atau mudah, dalam sempit atau lapang... Padahal si dia belum tentu melakukan hal yang sama untukku... betapa sia – sia waktu yang kuhabiskan...

Rindu kepada Rabb-ku, sering kuusahakan, bahkan hampir setiap harapan kupanjatkan dalam ujung – ujung doaku, agar cinta¬ kepada Sang Khaliq hadir dalam kalbu ini, tetap tak mampu membuat hati ini bahkan sekedar untuk bergetar merasakan rindu saat nama-Nya cukup lama tak terdengar. Padahal sesungguhnya Dia tak pernah melewatkan aku dari pengawasaan-Nya, kenapa alasan ini masih kurang...

Masihkah aku mampu berkata “saya mungkin mencintai makhluk-Mu, tapi tidak lebih dari hamba mencintai-Mu.”
Relevankah panji - panji yang diteriakkan dalam semangat yang lantang “Cinta kepada-Mu lah yang tertinggi.”

Sungguh dari ilmu manapun yang aku pelajari, cinta kepada-Mu adalah transaksi tak pernah berkata rugi, cinta kepada-Mu adalah surga menaungi hamba - hamba-Mu dimanapun dan kapanpun, cinta kepada-Mu adalah serasa intisari dari surga bagi hamba - hamba-Nya dan cinta kepada-Mu adalah adalah. . . dan adalah . . . cinta ...

Cinta kepada-Mu adalah rindu yang tak pernah bertepi
Namun rindu akan kemampuan menghadirkan cinta yang suci, tulus dan penuh kepada-Mu justru sering sekedar jeritan hati .

Hadirkanlah kemampuan dan kesungguhan membalas cinta-Mu sesederhana mungkin, hingga argumen - argumen kemunafikan sampai meneteskan air mata tidak sanggup menyentuhnya ketulusannya. Tidak sebesar gunung, yang kuharapkan hanyalah sebesar cincin yang utuh, tidak besar, namun tak pernah berujung bila kutelusuri tepiannya, tidak menjulang tinggi, namun tapi tak pernah berakhir bila aku meniti puncaknya. Mungkin tidak halus, jangan Engkau hentikan usaha kembali meniti jalan menuju cinta-Mu setelah terjatuh dalam jurang maksiat untuk yang kesekian kalinya.

Ingin sungguh hati ini senantiasa mengingat-Mu dalam peluh, tangis, dan tawaku. Sungguh ingin aku berbuat bukan karena surga-Mu, bukan pula takut neraka-Mu, tapi karena ingin membalas cinta-Mu. Ingatkanlah aku akan kisah :

tersebutlah Utsman bin Mazh'un, salah seorang shabat Rasulullah SAW. Suatu ketika ia dipukuli habis - habisan oleh orang - orang musyrikin Quraisy hingga babak belur. Salah satu matanya rusak karena pukulan itu. Salah seorang tokoh mereka sangat menyayangkan kenekatan Utsman, mengapa ia tidak meminta perlindungan kepadanya agar tidak tertimpa musibah ini. Demi mendengar simpati itu, ia berujar, "Bahkan mata yang satu ini iri terhadap apa yang menimpa saudaranya."

Wahai bibir, engkau makhluk ciptaan-Nya yang sering kuajak dalam kegelimangan dosa, sudah waktunya engkau habiskan dalam lantunan doa, sudah saatnya engkau lelah memanjatkan harap, sekarang waktunya engkau kering dalam kelelahan itu. Jadikanlah mutiara setiap apa yang kau lantunkan, dan kan kutukar dengan ketenangan jiwa dalam kedalaman rasa syukur yang sangat.

Wahai kalbu... Semoga tak pernah hati ini menyerah dalam jalan meniti jalan pertaubatan yang panjang seolah tak berujung, karena hanyalah “seolah tak berujung” bukan “pasti tak berujung”, dan karena yang kuyakini adalah ampunan-Mu tak terbayangkan luasnya, dan tak terlihat tepiannya.

Wahai waktu, engkau adalah teman yang tak pernah bersahabat, sudah saatnya kita memperbaiki hubungan kita, kutawarkan engkau kegembiraan, maka bantulah aku terhidar dari kesia – siaan.

Semoga jauh sebelum malaikat pencabut nyawa-Mu hadir menyapaku, kemudian mengecup mesra dalam kecupan mautnya, jadikanlah aku dalam keadaan yang Engkau ridhai, semoga di setiap kesempatan tercipta usaha yang berjodoh dengan takdir. Semoga di ujung doa yang kupanjatkan mampu menghadirkan rasa harap yang sangat, semoga setiap harapan yang terajut mampu mengundang rasa ridha akan ketetapan-Nya, merayap masuk kemudian menghujam ke dalam hati. Janji-Nya tak akan pernah Dia ingkari, penantian mungkin menyakitkan namun selalu ada harganya, kesabaran sangat berat tapi tak akan pernah mengecewakan. Waktu pasti berlalu, janji dan ketetapan-Nya pasti berlaku, pena sudah terangkat dan tinta sudah mengering

Akankah cinta sejati itu hadir, sungguh banyak cinta yang kurindukan, sungguh tidak sedikit cinta yang bisa kuhadirkan, tapi kenapa cinta kepada-Mu belum hadir pula, kenapa masih sekedar angan . . .


Ketika rindu-pun masih belum cukup menggetarkan hati ini...
Ketika cinta pun belum tumbuh dan bersemi...
Saat pintu masih terkunci rapat...
Saat jendela masih menghalangi datangnya cahaya...
Semoga gundah ini mampu menjadi jalan pintu bagi rahmat – rahmat-Nya.
Semoga kegelisahan ini cukup membuat hati bersabar berusaha.
Semoga penantian ini berakhir indah

Readmore »»

TETAP MENYALA

TETAP MENYALA
Cahaya merupakan sebentuk materi yang dapat diukur, dan menurut beberapa orang gelap merupakan keadaan dimana cahaya itu sudah tidak ada, karena lebih lanjut menurut mereka : gelap itu sebenarnya tidak ada, gelap hanyalah kata yang digunakan untuk mendefinisikan keadaan dimana sudah tidak ada cahaya, jadi walaupun setitik, ketika cahaya itu sudah hadir maka kata “gelap”-pun menjadi lenyap, lebih sederhana lagi intinya kegelapan pasti menyerah bertekuk lutut dihadapan cahaya walau kecil. Sudah menjadi ketetapan-Nya, cahaya tidak akan pernah bertekuk lutut di depan kegelapan, dan pasukkan kegelapan tak akan pernah berhasil memadamkan cahaya, tiada pernah gelapnya malam memadamkan lilin. Lilin padam karena usia, lilin padam karena dipadamkan oleh manusia, tapi belum pernah ada sejarah lilin padam karena gelapnya malam.
Seandainya jika diperkenankan menganalogikan segala kebaikan itu merupakan sebentuk cahaya dari Allah, maka ketika Nur-Nya yang hadir pasti mengusir segala kegelapan dan mengusir pula segala keburukan. Pasti! Sehingga kejahatan dan segala keburukan adalah seolah menjadi definisi dari keadaan dimana ketiadaan Cahaya Allah. Penodongan, perampokan, pencopetan, dan kejahatan lain menjadi bukti kalau ketika Cahaya Kebenaran Allah tidak hadir di hati pelakunya maka disanalah tercipta “kejahatan”.
Begitu Maha Pemurah Allah SWT, hinga begitu banyak petunjuk yang dihamparkan oleh Rabb Yang Maha Pengasih demi kasih sayang-Nya kepada hamba – hamba yang dhoif, namun sayang tidak sedikit pula diantara hamba – hambanya yang terlanjur menutup hati oleh ulahnya sendiri, sehingga sumbu lilin yang terlalu basah tentu sulit menyala walau sudah hadir api untuk membuatnya menyala dan kemudian bercahaya. Pernahkah terpikir sesungguhnya bagi Allah tidak mudah untuk menjadikan hamba-Nya untuk menjadi seorang yang “buta, bisu, dan tuli”, dan tidak sulit pula bagi-Nya untuk menutup pintu dihati! Maha Suci Allah dari sifat zhalim kepada hamba – hamba-Nya, maka Ia-pun mengajarkan doa dalam Ali ‘Imran ayat 8.



8. (mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; Karena Sesungguhnya Engkau-lah Maha pemberi (karunia)".

Maka dengan penuh kerendahan hati dan penuh harap kita menengadahkan tangan, melangitkan harap itu melalui doa agar kita diteguhkan dalam sumbu kebenaran. Sesungguhnya segala kebaikan adalah milik Allah SWT, bagaimana tidak sungguh kita tidak bisa menciptakan sebuah amal terjadi bila Allah tidak berkehendak. Semakin baik iman dan tingkat ketakwaan sesorang hamba, maka ia benar – benar akan merasa kekotoran dirinya, merasa benar – benar dhaif, semakin takut kalau ujian ketakwaan justru menjadi bumerang untuk menyesatkan dari jalan yang lurus. Tiada pernah padi semakin berisi kecuali ia semakin menunduk.

Sebenarnya memercikkan api itu rata – rata lebih mudah daripada menjaganya tetap menyala. Lilin yang sudah menyala tidak mudah untuk tetap menyala, sering kali angin datang membelai untuk memukau supaya sang lilin beristirahat dari cahaya, agar sang lilin tidur sejenak. Begitu pula cahaya di hati ia terlalu sering padam sehingga menjadi sebuah pekerjaan besar ialah menjaga cahaya kebenaran dari Allah untuk senantiasa menyala. Tidak perlu menyala besar, ketika cahaya itu selalu menyala walaupun kecil maka kegelapan tak akan pernah hinggap di hati. Maka pernah terdengar oleh kita kalau sesungguhnya Allah menyukai amalan yang sedikit tapi istiqomah, kontinu, terus menerus.

Umar Timiltsani, diketahui oleh banyak orang dekatnya jikalau beliau sangat menyukai jus mangga, hingga suatu ketika sebuah kajian diadakan dan disuguhkan oleh panitia segelas jus mangga sebagai rasa hormat, namun justru roman muka sang ustadz berubah, hingga akhir acara, beliau tidak menyentuh jus mangga tersebut, beberapa orang merasakan kejanggalan, dan memaksa beliau menceritakan kejadian yang cukup aneh tersebut. Akhirnya sang murabbi itu bercerita kalau dia tidak tega meminum jus mangga itu, lebih lanjut beliau berkata kalau dulu kala sewaktu beliau pulang larut maka sang istri dengan setia menunggu beliau bersama jus mangga yang menemaninya, kemudian minum bersama, sekarang ketika sang istri lebih dahulu menghadap Rabb-nya, maka beliau tidak tega minum jus itu sendirian. Beliau menjaga kesetiaan yang cukup unik itu padahal usia beliau sudah sangat lanjut, tapi... bagaimana menjaga kesetiaan cinta tetap menyala lebih unik...

Ramadhan menjadi ajang yang luas untuk menerima percikan – percikan cahaya kebenaran, tidak jarang setiap tausiah menjadi pemantiknya, setiap peristiwa bisa menjadi hikmah yang memercik, setiap rasa syukur menjadikan hati semakin mudah menyala dalam cahaya kebenaran, dan kemudian menjadi tugas kita untuk menyempurnakan sentuhan Allah, untuk menjadikan tiap – tiap percikan cahaya itu terus menyala.
Secara lahiriah, ramadhan ini menjadi saat penuh berkah, sehingga dari segi kuantitas amalan semakin meningkat, jumlah amalan semakin menjamur, tapi... tidak berhenti disitu saja, sudahkah amalan – amalan itu menggores di hati, meninggalkan bekas yang dalam, sudahkah amalan itu membuat kita merasakan indahnya iman, nikmatnya islam, damainya hati; sudahkah amalan itu membuat kita semakin rindu kepada Rabb, hingga kita seolah ingin selalu beramal lagi.
Sudahkah tiap kening ini menyentuh bumi-Nya, membuat kedamaian menyelimuti diri hingga rasanya sayang mengangkat kepala, sudahkah sujud itu menjadikan hati semakin lapang, segala simpul kesulitan mulai terurai, gundah mulai pudar, sudahkah tiap sujud itu membuat hati merasa selalu ditetesi embun kesejukan.
Sudahkah air mata yang menetes itu murni menyampaikan kegelisahan di hati bukan sekedar parade kemunafikan yang dihamparkan, sudahkah air mata itu menetes di hati dan mencucinya.
Sudahkah setiap tasbih menjadikan kita semakin bisa merasakan kotornya diri dihadapan zat yang Maha Suci, sudahkan setiap pujian tahmid menjadikan diri kita semakin merasa malu, karena segala pujian benar – benar hanya Allah yang berhak, sudahkah setiap “Alhamdulillah” terucap menjadi hati semakin tawadhu? Sudahkah hamdallah membuat kita semakin merendah dihadapan manusia, karena itu akan membuat kita meninggi dihadapan Allah.
Sudahkah setiap takbir, setiap lisan itu berucap “Allahu Akbar” maka hati ini merasa tenang karena semua himpitan di hati pasti selesai karena Allah Maha Akbar, karena kita percaya karena Akbar-Nya-lah semua pasti selesai dan berakhir dengan indah! Bukankah rasanya Allah menitipkan surga-Nya di dunia untuk hamba yang benar benar mengenal-Nya, Ma’rifatullah, sungguh beruntung orang yang mengenal Allah, karena tiap ujian menjadikan dirinya sabar, dan karena ia sangat sadar kesabaran itu mendekatkan dirinya kepada Sang Khaliq, sungguh beruntung orang yang mengenal Allah karena setiap beramal, keikhlasan senantiasa mengiringi hingga hati ini terasa lapang setiap beramal karena tidak ada tendensi selain mengharap ridha-Nya, bebas dari keterikatan duniawi. Maka sekarang kembali ke pertanyaan muhasabah, sudahkan ramadhan kali ini lebih mendekatkan diri kita kepada Allah walau hanya sejengkal?

Rabb bukalah pintu di hati
Dari pintu – pintu yang kukunci mati
Masukkan cahaya-Mu kedalamnya
Jangan Engkau biarkan padam dari nyalanya
Agar aku bisa berjalan di gelapnya malam
Agar aku tak tersesat di silaunya siang


Semangat adalah api yang meledak – ledak, maka kesabaran adalah muara dimana semangat – semangat itu berkumpul, dan kesabaran adalah kekuatan yang menjaganya untuk senantiasa menyala, biarkan api memercik menjadi semangat, kemudian kesabaran meneguhkannya menjadi tekad, dan ijin-Nya-lah yang memastikan tekad itu berwujud menjadi amal yang lurus. Kemudian ingatlah kalau api semangat itu pasti bisa padam, namun keikhlasan adalah kuda bersayap yang siap mengantarkan sang penunggang kemanapun tanpa merasa lelah, dan kesabaran adalah perisai yang tak akan pernah hancur menghadapi tajamnya senjata lawan, maka prasangka baik kepada Allah dan doa adalah pedang yang siap mengayun menghadapi musuh di padang pertempuran. Dan tunggulah, karena menunggu adalah seni, maka hanya waktu akan menjadi “jawaban dari Allah atas segala bentuk ikhtiar” yaitu kesyahidan atau pulang bersama kehormatan membawa kemenangan.
Wallahua’lam

Readmore »»

Sunday, September 21, 2008

sufyan...



Kunikahi dia karena dien nya

June 22, 2008 by swedy

Orang alim ini dilahirkan pada tahun 107 H pada pertengahan bulan Syawwal, dan ajal menjemputnya pada hari Sabtu, 1 Rajab 198 H. Nasab lengkapnya, Sufyan bin `Uyainah bin Abi `Imran al Kufi. Dia dikenal dengan panggilan Abu Muhammad.
Ayahnya seorang pegawai pada masa Khalid bin Abdillah Al Qasri. Tatkala Khalid diberhentikan dari jabatan Gubernur Iraq dan digantikan oleh Yusuf bin Umar ats Tsaqafi, pejabat baru ini mencari-cari para staff pada masa pemerintahan Khalid, sehingga mereka berlarian untuk menyembunguikan diri.
`Uyainah, Ayah Sufyan kecil, melarikan diri sampai ke kota Mekkah dan akhirnya memutuskan berdomisili disana.
Ketika ia menapak usia lima belas tahun, ayahku memanggil, seraya berpesan: “Wahai Sufyan! Masa kanak-kanak sudah lepas darimu, maka kejarlah kebaikan, supaya engkau termasuk orang-orang yang mengejarnya. Jangan tertipu dengan pujian orang-orang yang menyanjungmu dengan pujian yang
Allah mengetahui, bahwa keadaanmu berlawanan dengan itu. Sebab, tidak ada orang yang berkata baik kepada orang lain tatkala ia sedang senang, kecuali ia akan berkata kejelekan kepadanya serupa ketika ia sedang dilanda amarah. Nikmati kesendirian daripada bergaul dengan kawan-kawan yang buruk. Jangan engkau alihkan prsangka baikku kepadamu kepada prasangka lain. Dan tidak akan ada orang yang berbahagia bersama dengan ulama, kecuali orang-orang yang mentaati mereka”.

Mendengar nasihat ayahnya ini Sufyan berkata dalam hati : “Sejak itu, aku menjadikan pesan Ayah sebagai arah kompasku, berjalan bersamanya, tidak menyimpang darinya”.
Begitulah yang ia jalani. Sejak usia dini, ulama besar ini telah menyibukkan diri pada pendalaman ilmu din. Tepatnya pada tahun 119 H.
Ibnu ´Uyainah mengisahkan tentang dirinya : “Aku keluar menuju masjid, dan aku melihat-lihat halaqah-halaqah (majlis ilmu) yang ada. Bila aku lihat ada kumpulan ulama dan orang-orang tua, maka aku menghampirinya”.
Dia menceritakan: “Aku duduk di majlis ilmu Ibnu Syihab dalam usia enam belas tahun tiga bulan”.
Salah satu yang menunjukkan keberuntungannya, sebanyak delapan puluh ulama besar dari kalangan tabi´in sempat ia jumpai. Misalnya, ´Amr bin Dinas, az Zuhri, Muhammad bin al Munkadir, al A´masy, Sulaiman at Taimi, Humaid ath Thawil.
Tentang kekuatan hafalannya, ia berkata, “Aku tidak pernah menulis sesuatu, kecuali sudah aku hafal sebelum aku menuliskannya.”
Tak pelak, berkat pergaulannya dengan ulama-ulama besar, telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang teguh, luas ilmunya dan mendalam. Ia menjadi nara sumber dalam berbagai permasalahan dan tempat curahan isi hati.
Yahya bin Yahya an Naisaburi menceritakan: “Suatu hari, ada seorang lelaki mendatangi Sufyan dengan berkata : ´Wahai , Aba Muhammad (yang dimaksud adalah Sufyan). Aku ingin mengadukan kepadamu tentang keadaan istriku. Aku menjadi lelaki yang paling hina dan rendah dimatanya”.
Maka Sufyan menggeleng-gelengka n kepala heran, dan kemudian berujar : “
Mungkin, keadaan itu muncul karena engkau menikahainya untuk meraih kehormatan?”
Lelaki itu pun mengakuinya: “Ya, betul wahai Aba Muhammad”.
Sufyan lalu berpesan: “Barang siapa pergi karena mencari kehormatan, niscaya akan diuji dengan kehinaan. Barangsiapa mengerjakan sesuatu lantaran dorongan harta, niscaya akan diuji dengan kefakiran. Barang siapa bergerak karena dorongan din, niscaya Allah akan menghimpun kehormatan dan harta bersama dinnya”.
Berikutnya, Sufyan mulai berkisah :
“Kami adalah empat bersaudara, Muhammad, Imran, Ibrahim, dan aku sendiri. Muhammad adalah kakak sulung., Imran anak bungsu. Sedangkan aku berada di tengah-tengah. Tatkala Muhammad ingin menikah, ia menginginkan kemuliaan nasab. Maka ia menikahi wanita yang lebih tinggi status sosialnya.
Kemudian Allah mengujinya dengan kehinaan.
Sedangkan Imran, (saat menikah) ingin mendapatkan harta. Maka ia menikahi wanita yang lebih kaya dari dirinya. Allah kemudian mengujinya dengan kemiskinan. Keluarga wanita mengambil seluruh yang dimilikinya, tidak menyisakan sedikitpun.
Aku pun merenungkan nasib keduanya. Sampai akhirnya Ma´mar bin Rasyid datang menghampiriku. Aku pun berdiskusi dengannya. Aku ceritakan kepadanya peristiwa yang menimpa para saudaraku. Ia mengingatkanku dengan hadits Yahya bin Ja´daj dan hadits ´Aisyah.
Hadits Yahya bin Ja´dah yang dimaksud, yaitu sabda Nabi Shollallahu ´alayhi wa sallam:
“Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, status sosialnya, kecantikannya dan dinnya. Carilah waniya yang beragama, niscaya tanganmu akan beruntung”.
Sedangkan hadits ´Aisyah, Nabi Shollallahu ´alayhi wa Sallam bersabda :
Wanita yang paling besar berkahnya adalah waniya yang paling ringan beban pembiayaannya”
Maka, aku memutuskan untuk memilih bagi diriku (wanita yang) memiliki din dan beban yang ringan untuk mengikuti Sunnah Rasulullah Shollallahu ´alayhi wa sallam. Allah menghimpunkan bagiku kehormatan dan limpahan harta dengan sebab agamanya”.
Itulah salah satu hikmah yang muncul dari lisannya. Tidak sedikit untaian hikmah dari Sufyan yang mencerminkan kedekatannya dengan Al Khaliq, Allah Subhaanahu wa Ta´Ala.
Sufyan bin ´Uyainah pernah ditanya tentang hakikat wara´, Dia pun menjelaskan, wara´ adalah keinginan untuk mendalami ilmu din yang menjadi sarana untuk mengenal seluk-beluk wara´. Sebagian orang menganggap sikap wara´ tercermin pada sikap diam dalam waktu yang lama dan sedikit bicara,
padahal tidak demikian. Menurut kami, sesungguhnya orang yang berbicara lagi alim, itu lebih afdhal dan lebih wara´ dibandingkan lelaki yang jahil lagi diam.
Sufyan bin ´Uyainah juga memiliki hikmah yang menunjukkan kedalaman ilmunya. Dia menyatakan, permisalan ilmu adalah bagaikan negeri kufur atas negeri Islam. Apabila penganut Islam meninggalkan jihad, niscaya orang-orang kafir akan datang dan mengambil Islam. Jika orang-orang meninggalkan ilmu, maka mereka menjadi manusia-manusia bodoh.
Tentang pentingnya menyampaikan ilmu yang sudah diketahui, dia berkata :
“Tidaklah disebut (sebagai) alim orang yang mengetahui kebenaran dan kejelekan. Tetapi, orang alim sejati ialah orang yang mengetahui kebaikan dan mengikutinya, serta mengetahui kejelekan dan menjauhinya”.
Semoga Allah menganugerahinya dengan rahmat yang luas dan menempatkannya di surga-Nya yang tertinggi.

Diketik kembali oleh Ummu ´Umar dari Majalah As-Sunnah Edisi
10/IX/1426H/ 2005M
Yang mana tulisan dari Majalah As Sunnah tersebut bersumber dari Tahdzibul
Kamal fi Asma-i ar Rijal (3/223-228) karya Aal Hafizh Jamaluddin Abul
Hajjaj Yusuf al Mizzi, tahqiq Basyyar Awwad Ma´ruf, Muassasah ar Risalah,
Cetakan 1 Tahun 1418 H - 1998 M

Readmore »»

cinta...


tiga tanda cinta :
1. barang siapa mencintai Allah SWT, maka ia pasti mencintai orang yang dicintai Allah SWT.
2. barang siapa mencintai orang yang dicintai Allah SWT, maka ia akan mencintai sesuatu karena Allah SWT.
3. barang siapa mencintai sesuatu karena Allah SWT, maka ia akan senang jika amalnya tidak diketahui orang lain.

(sufyan bin uyainah RA)

Readmore »»

Wednesday, September 17, 2008

nama itu doa....

 

Pencapaian Brilian Remaja Ikhsan

Rabu, 27 Agustus 2008 | 03:00 WIB

Oleh GESIT ARIYANTO

Namanya Ikhsan Brilianto. Usianya baru 14 tahun. Di antara ratusan peserta Lomba Karya Ilmiah Remaja Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LKIR-LIPI Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan, ia termasuk termuda. Namun, pelajar kelas III SMP Negeri 5 Yogyakarta itu membuktikan, muda tak bisa disepelekan. Ia terbaik di bidangnya. ”Saya enggak nyangka,” kata Ikhsan singkat mengomentari kemenangannya.

Karya ilmiahnya berjudul Bom Waktu Dunia Pariwisata di Yogyakarta (Sebuah Studi tentang Praktik-praktik Pramuwisata Liar). Juri menilai idenya orisinal. Dari presentasi langsung, ia membuktikan bahwa ia tak menjiplak, menyadur, atau sekadar menjalankan tugas dari orang lain.

Atas prestasinya itu, Ikhsan mengantongi piagam penghargaan dan uang senilai Rp 18 juta, serta ke Korea menghadiri forum ilmiah dunia, the 1st APEC Future Scientist Conference di Gyeongnam, 20-24 Agustus 2008.

”Rasanya senang banget,” kata Ikhsan.

Kemenangan kali ini prestasi keduanya. Tahun 2007, ketika masih kelas I SMP, Ikhsan meraih Juara Harapan I Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR). Karyanya berjudul Prospek Berdagang Klithikan Sebagai Alternatif Wirausaha di Yogyakarta.

Baginya, proses mencari, menemukan, dan menuangkan ide ke dalam tulisan amat menantang. Ia justru menikmati hal-hal yang tak mudah dikerjakan.

Dua ide karya ilmiahnya dekat dengan keseharian. Rumahnya di kawasan alun-alun selatan Yogyakarta. Di sini banyak pedagang barang bekas (klithikan) sekaligus dekat destinasi wisata. Jalur pergi-pulang dari rumah ke sekolahnya pun melintasi nadi pariwisata tersohor, Malioboro.

Terkait ide karya ilmiah keduanya, ia berujar, ”Saya kepikiran, kok ada pramuwisata tak resmi. Dampaknya apa?” Lebih lanjut ia dibimbing salah satu guru Fisika SMPN 5, Andi Rahayu.

Salah satu juri yang juga peneliti otonomi daerah (otda) LIPI Syarif Hidayat menyebut kelebihan Ikhsan ada pada orisinalitas dan energinya menuangkan ide ke dalam tulisan. Ini lebih dari sekadar gagasan.

Idenya yang orisinal dinilai menarik. Syarif berkomentar, tak banyak penelitian seputar pariwisata yang menyoroti dampak kehadiran pramuwisata liar.

Otodidak

Keterampilan bungsu pasangan guru SMA, Farida (51), guru Ekonomi, dan Yati Utami Purwaningsih (43), guru Biologi, itu tumbuh otodidak. Metode penelitian dan penulisan dipelajarinya dari modul penulisan ilmiah milik kakak satu-satunya, Kartika Afrida Fauziah (17), pelajar SMA 1 Yogyakarta.

Kakaknya memenangi beberapa lomba penulisan ilmiah. Terakhir, ia meraih medali perak pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) VII di Makassar, yang berakhir hari Kamis (14/8).

Sang ibu, Yati Utami, mengaku tak pernah membebani anaknya dengan prestasi. Ia hanya menekankan, aksesori hidup sejatinya bukanlah benda.

”Saya tekankan, jangan fokus pada prestasi. Lebih penting mengambil pengalaman dan hikmahnya,” kata Yati yang juga juara II Lomba Karya Ilmiah Guru (LKIG) LIPI Bidang Matematika, IPA, dan Teknologi (Mipatek) tahun 2007.

Baginya, Ikhsan anak yang nrimo, dewasa, dan ulet. Jika teman sebayanya diantar-jemput atau ribut meminta sepeda motor, Ikhsan asyik bersepeda.

Keuletannya terlihat dari proses penulisan. Dalam tiga bulan, terpotong ulangan umum, ia menemui dan mewawancarai puluhan narasumber: pramuwisata, turis asing, hingga birokrat. Keluar masuk sejumlah lokasi wisata ia lakoni, seperti Malioboro, Tamansari, Keraton, dan Alun-alun Selatan.

Sering kali sepulang sekolah ia mampir ke Malioboro, mengobservasi dan menemui turis asing, atau nongkrong bareng pramuwisata. Untuk memudahkan misi, sesekali ia mengaku ”mengerjakan tugas sekolah”. Ini tergantung situasi, katanya.

”Biasanya, kalau bilang tugas sekolah, bule-bule mau cerita panjang lebar. Saya tinggal mendengarkan saja tho,” urai dia. Ia memanfaatkan keberadaan Tourist Information Center (TIC).

Dari wawancaranya dengan para pelancong asing, Ikhsan mengetahui bahwa sebagian besar mereka terganggu dengan ulah pramuwisata liar dan penjaja asongan. Apalagi bila mereka memaksa.

Di sisi lain, pramuwisata liar mengaku hidup dari profesi itu sekalipun hasilnya tak pasti. Alat rekam digital selalu di sakunya, untuk merekam semua dialog. ”Enggak ketahuan tho, kan kecil.”

Ia pun jadi tahu beberapa istilah internal pramuwisata liar, seperti ”menyembelih” atau ”mbeleh” turis, mreteli turis, turise bodho, dan harga belehan. Praktik itu berujung keuntungan sesaat, mengabaikan kualitas layanan.

Caranya, mematok komisi setinggi mungkin atau mematok harga produk melampaui tarif normal. Modusnya, bekerja sama dengan pedagang suvenir atau galeri tertentu.

Untuk membuktikan yang terakhir, Ikhsan menelepon sekaligus merekam (melalui telepon seluler) dialognya dengan penjaga atau pemilik toko suvenir, yang biasa bekerja sama dengan pramuwisata liar. Di hadapan para juri, rekaman itu diputar ulang melalui komputer jinjing (laptop).

”Saya bermaksud positif, memberi refleksi bahwa praktik pramuwisata liar dapat menghambat pariwisata. Bahkan, bisa mematikan wisata itu sendiri,” kata dia.

Penelitiannya menyimpulkan, tertib organisasi pramuwisata penting dan mutlak dilakukan.

Dewasa dan ulet

Ikhsan berbeda dengan mayoritas teman sebayanya. Meski menyukai game online seperti Ragnarok, ia tak terjebak. Begitu pun playstation (PS).

Menjelajah internet juga salah satu hobinya. Di antaranya untuk mengunduh lagu-lagu kesukaan melalui situs-situs keagamaan atau membuka YouTube.

Keberbedaan Ikhsan, seperti diuraikan sang ibu, terlihat sejak kanak-kanak. Kalau teman sebayanya asyik lari-larian, ia ngumpul bareng orang tua.

Kini, di saat sebagian teman sebayanya berburu album rekaman rock, slow rock, atau lagu-lagu pop terkini, Ikhsan justru hobi mendengarkan lagu nasyid dan melagukan ayat-ayat Al Quran (kiroah). Ia vokalis grup nasyid di sekolah. Tak heran bila ia tertarik mendalami Sastra Arab. Kini, ia berusaha keras menghafal ayat-ayat Al Quran.

Di luar itu, ia rutin berlatih menari tradisional di Sanggar Tari Pujokusuman. Setidaknya ia menguasai delapan tarian tradisional Yogyakarta, di antaranya tari Klonorojo, Klonotopeng, dan Beksan. Kata Ikhsan, menari adalah melatih kesabaran dan menjaga keseimbangan otak. Tahun 2005, ia juara tari klasik tingkat SD se-Kabupaten Bantul.

Di tengah ”bombardir” prestasi pelajar Indonesia di ranah ilmu pasti, pencapaian Ikhsan menjadi semacam jeda. Ia contoh generasi muda yang mampu keluar dari ego-nya dan mengalihkan perhatian pada kondisi sosial sekitar.

Tak hanya sebagai pengamat, tetapi mengembangkan ide berbuah tawaran solusi. Sesederhana apa pun itu.

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/27/01294694/

 

Readmore »»

Monday, September 15, 2008

discomgoogolation

sebagai salah satu "penggemar" internet yang tergolong newbie, baru saja baca istilah super asing, (jadi inget "sesungguhnya, segala sesuatu yang berada di muka bumi ini tak bermakna.
hingga kemudian kita manusia memberinya makna.") yang bahkan ketika saya tulis ini baru ada sekitar 4 biji kalau kata itu saya search di google... klo di yahoo hingga saya menunggu sambil menulis (karena penasaran) belum muncul hasilnya dan msn blm coba dicari...

kata si penulis dicuplikan awal... : More and more new words derivate with the development of the Internet. Take the title words "discomgoogolation and...

jadi penasaran...

[sambil baca : http://www.detiknews.com/read/2008/09/15/194915/1006694/10/ibunya-tewas-terinjak-injak,-andriyani-&-3-adiknya-yatim-piatu]

Readmore »»

Tuesday, September 02, 2008

antara kekayaan dan keinginan

bakrie yang tengah naik daun bahkan ketika tulisan ini dibuat, laba perusahaan bakrie & brothers naik 500% alias 5 kali lipat, Emiten berkode BNBR ini, mampu mencatat kenaikan laba bersih hingga 587,94 persen menjadi Rp590,27 miliar per Juni 2008 dari Rp85,80 miliar per Juni 2007 selengkapnya, dibalik kisah sukses itu masih menyisakan PR buat Lapindo yang konon sudah dibuat menjadi tanggung jawab pemerintah. di lain kisah ada seorang pengusaha menembak mati istri, anak perempuan, dan hewan peliharaan disini. jadi ingat pesen Aa, TV 21 inchi kelihatan gede kalau dibandingin TV 14 inchi, tapi bakal kliatan kecillll




Readmore »»

Thursday, August 21, 2008

baju anti peluru khusus wanita

Baju ini di desain khusus wanita, baju anti peluru yang dikembangkan untuk polwan jerman, kira – kira dipasang dimana ya? Tebak sendiri yang jelas jawabanya ada di sini

Readmore »»

beli mobil pakai uang receh

Kalau beli mobil pakai uang receh sebenarnya yang murah mobilnya atau uangnya yang banyak ya? Entahlah, tapi yang jelas di Ohio, James Jones beli mobil pakai uang recehan, walaupun tidak semua benar – benar recehan, tapi New Chevrolet Silverado (truk beneran lho bukan mainan) separuh dibayar dengan recehan, dan buth 90 menit buat itung ! taukah sebabnya? Konon Jones yang mengaku tak percaya dengan uang kertas. Selengkapnya baca aja di sini

Readmore »»

tempat beli bensin yang murah

san Antonio, itu amrik bukan ya he3. bensin murah banget, Cuma 38sen dolar per liter, padahal harga aslinya $38. pelanggannya jelas nda ada yang complain lha wong untung… ketahuannya setelah manager SPBU mengalami kerugian cukup besar. wadow ....
baca aja detailnya di sini

Readmore »»