Showing posts with label jeruk. Show all posts
Showing posts with label jeruk. Show all posts

Monday, May 18, 2009

di dunia orang buta, orang bermata satu adalah "raja"

baca di detik
cuplikannya
Jakarta - Gus Dur tertawa ringan saat ditanya komentarnya tentang 3 pasang capres-cawapres yang akan berlaga di pilpres. "Siapa yang jadi Presiden? Ya saya," kilahnya sambil terkekeh di kantor pusat PBNU, Jl Kramat Raya, Jakpus, Minggu (17/5/2009).

jadi ingat komentar Syafii M "Pilihlah calon yang pincang daripada yang lumpuh," di vivanews biar nda detik melulu.


detik :
Jakarta - Gus Dur tertawa ringan saat ditanya komentarnya tentang 3 pasang capres-cawapres yang akan berlaga di pilpres. "Siapa yang jadi Presiden? Ya saya," kilahnya sambil terkekeh di kantor pusat PBNU, Jl Kramat Raya, Jakpus, Minggu (17/5/2009).

Berikut petikan tanya jawab wartawan dengan mantan presiden tersebut:

Bagaimana penilaian Gus Dur tentang pasangan capres-cawapres yang ada?
SBY-Boediono. Boediono ini kan banyak titipan internasionalnya. Dia kan masih anggota IMF. Kalau Sri Mulyani staf saja.

Mega Prabowo kelihatan berjuang. Berjuang ya berjuang. Hasilnya kita lihat saja. JK-Win ya sama saja.

Kalau Gus Dur ke siapa?
Saya cenderung pada saya sendiri hahaha..

Gus, siapa yang pantas jadi presiden dari ketiga calon?
Siapa yang jadi presiden? Ya saya hehehe..

Apakah capres-cawapres dapat membuat Indonesia bangkit lagi?
Ya kita lihat saja nanti siapa yang menang. Ya semua bisa membuat bangkit. Seperti ketua MPR itu, Hidayat Nurwahid.

PKB Imin mendukung SBY?
Ya saya sih, siapa saja yang jadi calon, ya silakan saja. Imin sudah dipecat PKB. Ya biarin saja. Boleh-boleh saja.

---

gus dur pernah mengajak untuk mengarahkan pendapat pada golput... sikap ini akhirnya benar - benar saya rasakan, karena calon fix JK WIN, SBY Berbudi, atau Megapro balum ada yang membuat saya menentukan mana yang menurut saya pincang, karena kacamata hitam saya masih melihat semuanya lumpuh. Dari Awal yang merasa kurang sreg dengan SBY membuat saya berdoa (Semoga Bukan Yudhoyono), Bu Mega mungkin baik tapi lingkungan sekitarnya bikin saya lebih nda sreg, JK memang belum ada opsi buat saya tapi Wiranto dan Prabowo agak "gimana gitu"

so, buat apa memilih? tetep harus memilih? why? seandainya harus dipimpin oleh orang pincang atau lumpuh? mending milih atau nda milih tapi dipilihin orang lain?

siapakah yang pincangnya paling kecil?

dari yahoo syafii M :"Kalau cuman 3 saja sedikit, di Iran itu calonnya 475, jadi biar saja rakyat yang menentukan,"

Readmore »»

Friday, May 08, 2009

Mengapa Kita membaca alquran

http://kd-kampoengd igital.co. nr/
Mengapa kita membaca alQuran walaupun tidak mengerti sama sekali bahasa arab?
Ini adalah sebuat cerita penuh hikmah. Seorang Kakek Muslim Amerika
hidup di sebuah pertanian di pegunungan bagian timur Kentucky dengan
cucu laki2nya. Setiap shubuh sang Kakek selalu bangun awal, duduk di
meja dapurnya membaca alQuran. Cucunya selalu ingin seperti kakeknya,
dan meniru perbuatan kakenya tersebut sebisanya..

Suatu hari
sang cucu bertanya, "kek, aku mencoba membaca alQuran seperti kakek,
tapi aku tidak mengerti, kalaupun ada yang aku mengerti aku langsung
lupa begitu aku menutup alQuran. Apa sih manfaat membaca alQuran?"



Sang kakek pun berbalik perlahan, menghentikan kerjanya memasukkan
batu bara ke tungku dan menjawab. "Ambillah keranjang batu bara ini, dan pergilah ke sungai dan bawakan aku sekeranjang air"

Sang
cucu melakukan apa yang diperintahkan kepadanya, tapi semua air tumpah
sebelum ia berhasil kembali ke rumah. sang kakek tersenyum dan berkata
"kamu harus bergerak lebih cepat mengangkut airnya" dan menyuruh sang
cucu tuk kembali ke sungai mengambil air. Sang cucu pun berusaha lari
dengan cepat ketika mengantar air, namun tetap saja airnya tumpah.
Sambil kehabisan nafas, ia pun berkata kepada kakeknya bahwa tidak
mungkin mengangkut air dengan keranjang, lalu sang cucu berjalan tuk
mengambil ember sebagai ganti keranjang.

Sang kakek berkata,
"aku menginginkan sekeranjang air, bukan seember air. kau kurang
bekerja keras tuk mengambilnya" , dan si kakek pergi ke pintu tuk
melihat si cucu berusaha lagi.

Ketika itu,
sang cucu sudah tahu bahwa perbuatannya tidak ada manfaatnya, tapi dia
ingin menunjukkan kakeknya bahwa secepat apapun dia lari, air dari
keranjang akan tetap tumpah. Dia mengambil air di sungai, lalu berlari
cepat ke kakeknya, namun air tetap tumpah sebelum ia sampai ke tempat
kakeknya. Maka ia pun berkata, "lilhat kek, gak da manfaatnya kan!"

"jadi kamu berpikir perbuatanmu tidak ada manfaatnya?" , sang kakek berkata, "lihatlah keranjangnya"

sang
cucu melihat ke keranjangnya dan untuk pertama kalinya ia sadar bahwa
keranjangnya telah berubah. Keranjangnya telah berubah dari keranjang
batu bara yang kotor menjadi keranjang yang bersih, luar dalam.

"Cu,
itu yang terjadi ketika kau membaca alQuran. Kamu mungkin tidak
mengerti atau mengingat apa pun, tapi ketika kamu membacanya, kamu akan
berubah, luar dalam. Dan itu adalah kuasa Allah atas diri kita.

Readmore »»

Monday, August 11, 2008

Belanja Iklan Rokok Menurun 7%

okezone
Alhamdulillah (sisi positifnya) belanja iklan rokok menurun hingga 7 persen! atau setara dengan kurang lebih 49 Miliar! dalam semester I 2008 belanja itu turun dari Rp748 miliar menjadi Rp699 miliar. Apa sebab? karena iklan rokok hanya diijinkan di media televisi setelah pkl 21.00 WIB.
Apa sisi negatifnya?
pengiklan rokok menyalurkan dana "kampanyenya" ke acara-acara seperti musik.

Sebagai tambahan dinegara lain dr (www.hidayatullah.com), Nigeria, Pemerintah Nigeria ternyata bisa menuntut tiga perusahaan rokok internasional. Nilai tuntutan itu mencapai 44 miliar dolar AS (Rp 413.6 triliun) British American Tobacco (BAT), Philip Morris, dan International Tobacco Ltd.

Jumlah perokok di Nigeria memang meningkat. Sementara BAT baru-baru ini mendirikan satu pabrik di negara itu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkIraqan sekitar 18 persen anak muda Nigeria merokok. Sebagian besar di antara mereka berusia di bawah 20 tahun.




Readmore »»

300 Ribu Pasangan China Menikah Tanggal 8-8-8

http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/10/10384795/300.ribu.pasangan.china.menikah.tanggal.8-8-8

Angka 8 bagi sebagian (besar) komunitas, penduduk, "trah" china adalah angka spesial, karena 8 menunjukkan sebuah ikatan dari garis yang tiada putus, dengan demikian diharapkan angka 8 mampu "mewakili" kesinambungan atas "keberkahan" terhadap suatu hal.

benarkah demikian? bagi saya pribadi, kesungguhan atas kepercayaan kepada sesuatu hingga melahirkan "sugesti" adalah "doa" yang luar biasa, jadi mengapa mesti membatasi diri pada sesuatu yang terbatas, (dalam hal ini kenapa harus membatasi diri pada angka 8, jika kita mampu mensugestikan semua angka bukankah kemungkinan mendapatkan keberkahan semakin besar). disampin itu pula, prasangka adalah bagian dari doa, maka berprasangkalah yang baik pada setiap hal... think out of the box...


BEIJING, MINGGU - Lebih dari 300 ribu pasangan China mendaftarkan pernikahan mereka di catatan sipil hari Jumat bertepatan dengan pembukaan Olimpiade Beijing yang berlangsung tanggal 08-08-08.

Kementrian Urusan Sipil mencatat ada 314.224 pernikahan yang berlangsung di seluruh penjuru negeri itu, angka tertinggi sejak negara Republik Rakyat China didirikan pada tahun 1949. Kabar ini dilansir kantor berita Xinhua, Sabtu.

Disebutkan, Beijing mencatat 15.646 pernikahan pada hari Jumat, 23 kali lebih banyak dari angka rata-rata. Rekor jumlah pernikahan sebelumnya dalam satu hari di Beijing adalah 4.452.

Sementara itu, terdapat 3.390 pasangan yang menikah pada 8 Agustus 2007, setahun sebelum Olimpiade Beijing dimulai. Plat mobil dan nomor telepon dengan tiga buah angka delapan tanpa kombinasi angka lain pun terjual dengan harga tinggi.

Pihak berwenang mencatat ada 6.418 pasangan menikah di Shanghai pada Jumat dan 4.841 pasangan menikah di kota Wuhan.

Sebelumnya, Kementrian Urusan Masyarakat sampai harus menyelenggarakan rapat khusus dengan aparat lokal, Selasa lalu. Rapat ini dilaksanakan untuk meminta penambahan jumlah staff, penambahan jam kerja, dan membuka kantor-kantor untuk menangani keadaan.

Hasil lainnya, beberapa kantor pendaftaran di Beijing dan Tianjin terpaksa bekerja 24 jam untuk membantu masyarakat. Contohnya, Distrik Chaoyang di kota Beijing membuka pendaftaran pernikahan pada tanggal 08-08-08 sejak jam menunjukkan pukul 00.00 lebih pada Jumat.



Readmore »»

Wednesday, August 06, 2008

4 Aspek Penting Di dalam ‘Ubudiyyah

aspek.jpg

“Tidak mungkin suatu pengetahuan tentang Tuhan
(ma’rifat - gnosis) dapat muncul di dalam hati seseorang
dan dapat dicapai dengan tujuan selain mematuhi Tuhan,
mencintai, dan menghamba kepada-Nya.
Ma’rifat harus dicari dengan dasar hanya berharap
kepada-Nya, bukan dengan alasan lain apa pun”

Ibn ‘Ata’Allah 1]

Ibadah sesungguhnya mengandung 4 aspek penting yang antara lain:

1. KERENDAHAN HATI
Ketika cinta al-Hallaj mencapai puncaknya, menjadi musuh bagi dirinya sendiri dan sirnalah ia. Katanya, ”Akulah Tuhan – Ana al-Haqq” artinya, ”Aku telah sirna; Tuhan yang ada, tiada yang lain.” Inilah batas kerendahan hati dan puncak kehambaan. Artinya, ”Hanya Dia yang ada.”

Membuat sebuah pernyataan yang salah dan menjadi bangga, dengan mengatakan, ”Engkaulah Tuhan dan akulah hamba.” Sebab dalam hal ini engkau menegaskan eksistensimu sendiri, dan dualitaslah hasilnya. Jika engkau mengatakan,”Dia-lah Tuhan” hal itu juga menunjukkan dualitas, karena tidak akan ada “Dia” jika tanpa ‘aku”. Karenanya, Tuhan berkata, ”Akulah Tuhan.” tidak “Dia.” yang mengandung arti bahwa ‘ada yang lain’. Al-Hallaj telah mencapai fana, sehingga apa yang dikatakannya adalah kata-kata Tuhan. 2]

Hanya ketika nafs (ego) manusia sirna dan mencapai fana, dia baru dapat berkata,”Aku.” Namun, setelah itu dia tidak lagi mengatakannya, karena sifat-sifatnya telah digantikan oleh sifat-sifat Tuhan. Dalam baqa di dalam Tuhan ini, seseorang benar-benar telah ‘menjalankan Amanat’ dan menjadi khalifah Tuhan di muka bumi, memiliki kesadaran penuh dan seutuhnya mengejewantahkan Wujud-Nya.

Dan jika seseorang berkata, ”Aku.” sebelum mencapai maqam ini, hal itu justru jadi penegasan akan eksistensi dirinya sendiri. Bahkan jika dia seorang mu’min mengatakan, ”Aku ada dan Tuhan ada”, tentu saja ini bertentangan dengan pernyataan syahadatnya : “Bahwa Tiada realitas (tuhan) kecuali Yang Nyata(Allah).” Karena ke-aku-an adalah realitas, sedangkan ke-aku-an manusia adalah realitas semu.

Rumi bersyair :
Fir’aun berkata : ‘Akulah Tuhan!’,
dan ia binasa,
tapi al-Hallaj berkata : ‘Akulah Tuhan!’
dan ia selamat!”
3]

Jika seseorang memujimu : ‘betapa baik (shalih)-nya kamu!’ dan hal ini membuat kamu merasa lebih senang ketimbang ketika seseorang mengatakan : ‘Betapa buruknya kamu!’, maka berarti keadaan batinmu masih buruk. 4]
Oleh karena itu, tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab segala sesuatu yang tumbuh dari benih yang tidak ditanam, niscaya tidak akan berbuah dengan sempurna. 5]

2. KETAATAN YANG MENDALAM
Di dalam sebuah hadits Qudsi, Allah SwT telah berfirman, ”Tidaklah bumi-Ku dan langit-Ku mampu meliputi-Ku, akan tetapi hati seorang hamba-Ku yang beriman mampu meliputi-Ku.” 6]

Muhyiddin Ibn ‘Arabi mengatakan, Hal ini karena hati sang mu’min laksana sebuah cermin di mana ‘bentuk Tuhan’ termanifestasi , yang pada setiap saat terefleksi pada tingkatan dari Mikrokosmos.” 7]

Setiap hamba menyatakan suatu kepercayaan khusus kepada Tuhannya, dari siapa ia meminta bantuan menurut pengetahuan yang ia miliki. Dengan demikian, iman berbeda dengan Tuhan, sama halnya Tuhan berbeda, walaupun semua iman adalah bentuk-bentuk dari satu iman, sama halnya semua Tuhan membentuk di dalam cermin Tuhan dari segala tuhan....

Tuhan tidak dibatasi pada cara di mana Dia ber-epifani 8] kepadamu dan membuat Diri-Nya mencakup ke dimensimu untuk menerima-Nya. Dan itulah mengapa makhluk lainnya tidak berkewajiban untuk mematuhi Tuhan, yang menuntut pengabdianmu, sebab teofani mereka mengambil format lain. Format di mana Dia berepifani kepadamu adalah berbeda dari di mana Dia berepifani kepada yang lain. Tuhan sebagaimana Dia bertransendensi (munazzah) pada semua yang dapat dimengerti, dapat dibayangkan, atau bentuk yang masuk akal, tetapi yang dipertimbangkan di dalam nama dan sifat-Nya, yang adalah teofani-Nya.

Dia adalah, sebaliknya, tidak dapat dipisahkan dari bentuk-bentuk ini, yang adalah, dari suatu figur tertentu dan suatu situs tertentu di dalam ruang dan waktu. 9] Seperti diisyaratkan dalam hadits lainnya, ”Hati seorang mu’min adalah ‘Arsy Allah.” 10]

Imam al-Shadiq as mengatakan, ”Barangsiapa yang menginginkan kemuliaan tanpa keluarga besar, menginginkan kekayaan tanpa harta, dan menginginkan kewibawaan tanpa kekuasaan, maka hendaknya dia berpindah dari kehinaan maksiat kepada Allah menuju ketaatan kepada-Nya.” 11]

3. BERSERAH DIRI
Adalah penting untuk menjadi jelas tentang kepada siapa kita berserah diri, apa yang kita serahkan dan bagaimana kita berserah diri. Biasanya kita menyerah pada ego kita. Itu menjadi sangat otomatis, karena kebanyakan dari waktu kita, kita tidak memperhatikannya.

Suatu saat beberapa pengetahuan telah kita peroleh dan membuat kemajuan; tanda yang pertama dari seorang salik (pejalan ruhani) muncul dengan suatu perubahan yang fundamental. Perubahan ini sekitar usaha untuk berserah diri secara konstan kepada Tuhan sebagai ganti berserah diri kepada tuntutan-tuntutan dan hasrat ego-personalitas atau nafs.

Kita harus bertanya kepada diri kita, apa yang akan kita serahkan? Tentu saja bukan kekayaan kita, atau pun seseorang yang kita cintai, atau juga semua yang kita miliki. Tuhan tidak memiliki hasrat terhadap semua itu. Sebenarnya yang mesti kita serahkan kepada-Nya adalah ego-personalitas kita (nafs), karena ego merupakan instrumen-instrumen yang membentuk rintangan di dalam usaha kita untuk mendekat kepada Tuhan, dan penghalang dari hasrat Tuhan kepada kita untuk mendapatkan kedekatan dengan-Nya dan untuk mengenal-Nya.

Sekarang pertanyaan yang tinggal adalah : bagaimana cara kita berserah diri kepada Tuhan?

Kita harus menyerahkan seluruh instrumen-instrumen ego, yang kenyataannya adalah semua pikiran, emosi, keinginan dan hasrat kita. Selama ini ego-personalitas kita telah mendominasi diri kita, karena instrumen-instrumen ini, atau dengan kata lain senjata-senjata ini digunakan oleh ego personal kita.

Bayangkan oleh Anda jika bahwa di dalam diri kita ada seorang musuh yang mengontrol jiwa kita, bersenjata dengan senjata-senjata ini. Mungkin karena ini pula Rasulullah Saw bersabda, ”Musuhmu yang paling berbahaya adalah nafs-mu yang berada di antara ke dua lambungmu.” 12]

Oleh karena itu satu-satunya cara untuk memerangi dan menundukkannya adalah dengan membuang senjata-senjata itu. Bagaimanapun, hal ini bukan tugas yang gampang, karena, sejak awal kita percaya bahwa ‘personalitas’ itu adalah ‘kita’, dan ‘kita’ adalah ‘personalitas’ itu. Suatu tingkat kesadaran tertentu diperlukan untuk menyadarkan diri kita bahwa ada sesuatu yang lebih dari kita, yaitu : bahwa personalitas (kepribadian) hanya suatu selubung luar yang menutupi diri hakiki (inner self) atau esensi kedirian (essential self) kita.

Namun tanpa disadari, kita telah membentuk ‘tambahan-tambahan’ (attachments) pada struktur diri ini dan kita mengidentifikasikan ‘tambahan-tambahan’ itu sebagai identitas kita. Masalah lainnya adalah bahwa sifat alamiah ego yang senantiasa memanipulasi. Hal ini membuat kita, (meminjam istilah Sufi), jatuh hampir setiap saat; bahwa kita ingin menunggang keledai nafs dan menarik kendalinya, hanya untuk menemukan bahwa menit berikutnya kita sedang berjalan di belakang keledai mengikuti kemana keledai itu pergi.

Ego memiliki suatu yang dijalankan penuh untuk kita dan telah menjadi suatu kekuatan hebat yang takkan menyerah dengan mudah. Perjuangan internal melawan nafs telah disebut Nabi saww sebagai Jihad Akbar (peperangan yang terbesar) – yang lebih besar dari peperangan di medan perang yang sesungguhnya.

Perjalanan hidup seperti ini adalah perjuangan untuk melepas jubah ego personalitas yang menutupi diri kita yang sebenarnya, dan menjadi tersadarkan (self conscious), selagi diberi kesempatan untuk melempar jubah tersebut dan kembali ke status Kesadaran Ilahiah. Inilah tujuan sesungguhnya penciptaan kita.

Kebutuhan yang paling penting bagi kita adalah memiliki ketulusan (ikhlash) dan iman. Jika kita memilikinya, maka bantuan ghaib, suatu petunjuk atau bisa jadi seorang guru spiritual akan muncul.

Dilema manusia muncul ketika jiwa manusia terperangkap di antara kekuatan Ilahi dan kekuatan ego. Ketika kekuatan ego menarik kita bawah, kekuatan yang lebih rendah bahkan menambah kekacauan dan ketidakseimbangan di dalam diri kita dan hidup kita. Kekuatan ego ini akan mempertahankan diri agar kita tetap berada di bawah kontrolnya.

Pada sisi lain, jika jiwa kita naik ke alam yang lebih tinggi, kekuatan yang lebih rendah tidak memiliki banyak akses untuk mengendalikan kita, dan kita dapat langsung menerima bantuan dari alam yang lebih tinggi tersebut, (kecuali jika kita tergelincir dan harus berikhtiar untuk menghantam balik) Ini merupakan salah satu pertimbangan yang di dalam Sufisme banyak penekanan di sekitar pencari yang tulus dan menghindar dari orang-orang yang dikendalikan ego, karena, sebagaimana hukum “cinta menarik cinta”, sehingga kita bisa dengan mudah untuk ditarik dan tergelincir.

Untuk naik ke alam yang lebih tinggi, kita harus bisa berserah diri. Untuk itu, kita harus menyerahkan seluruh pikiran, emosi dan hasrat keinginan kita. Ironisnya, dengan berserah diri, kita menjadi mampu menerima dan merespon apapun juga yang Tuhan tunjukkan ke jalan-Nya tanpa penyimpangan dari ego personalitas.

Fatima Fleur Nassery Bonnin, seorang sufi wanita, telah berbicara dengan Syekh-nya lewat telepon dan sang Syekh berkata, “Aku tidak berpikir. Aku hanya melakukan apa yang diletakkan di hadapanku.”. Pendengaran batin sang sufi wanita mendengar makna yang dalam dari pernyataan ini dan ia mengalami efek yang luar biasa. Dia mengatakan lagi, ”Bayangkan, melakukan dan merespon apa yang Tuhan letakkan di hadapan kita tanpa terperangkap dalam emosi dan pemikiran seseorang. Secepat seseorang membiarkan pikiran, emosi atau hasrat keinginannya masuk, secepat itu ia ditarik keluar dari ‘kesatuan’ (the unity), dan dilemparkan ke alam serbaragam dan kepribadiannya menjadi pecah berkeping-keping.”

Nabi ‘Isa as mengatakan, ”Tuhan selalu bersama kita jika kita berserah diri kepada-Nya dan jika kita mencintai-Nya lebih dari yang lain-lain, bahkan diri kita.”

Sesungguhnya Kesadaran Ilahi telah ditanamkan di dalam hati tiap-tiap keturunan Adam. Ketika kita berserah diri, Kehendak Tuhan akan bergerak melalui kita dan tindakan kita dan menjadi tindakan-Nya. Apa yang kita harus lakukan adalah berserah diri. Inilah makna pengorbanan yang nyata, dengan mengorbankan diri yang semu (pseudo-self) dalam rangka menjangkau Diri Ilahi (nafs ilahi). Apa yang kita pertahankan dari kesatuan itu adalah ‘keaku-an’ (me-ness) yang ditempatkan di tengah-tengahnya.

Berbicara tentang realitas, Hafiz, Sufi Persia bersyair :

Engkau sendirilah yang menghijab dirimu, Hafiz..
karena itu lepaskanlah dirimu!

Setiap saat Tuhan bersama kita. Jika Dia tidak bersama kita, pasti kita tak bisa berdiri di atas ke dua kaki kita atau kita takkan bisa melangkah. Di dalam Qur’an, Allah SwT berfirman, ”Dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya.” (QS 50 : 16). Jadi, Dia senantiasa hadir dekat kita, tetapi kita tidak hadir dengan-Nya.

Kita selalu sibuk dengan diri kita, pikiran, emosi dan keinginan-keinginan kita. Bahkan ketika kita mengharapkan untuk dekat dengan-Nya, karena harapan, pikiran dan hasrat kita tersebut justru membuat kita semakin jauh dari-Nya.

Kita tidak akan dapat memenuhi pikiran kita dengan Dia selama pikiran kita penuh oleh ‘diri’ kita sendiri. Ketika kita berpikir atau berhasrat, itu berati ‘kita’ telah menjadi bagian dari ‘diri’ itu sendiri, dan semakin besar kita mencoba mendekat kepada-Nya, justru semakin jauh jarak yang kita buat. 13]

Di antara tanda berhasilnya akhir perjuangan adalah penyerahan diri kepada Allah yang dilakukan sejak awal perjuangannya. 14]

4. KEIKHLASAN
Imam Ali as mengatakan, Ibadah yang ikhlas itu adalah apabila seseorang tiada ber­harap kecuali kepada Tuhannya dan tiada yang ia takuti kecuali dosanya. 15] Betapa pun beragamnya kualitas kepentingan manusia atau beragamnya ekspresinya dari satu zaman ke zaman yang lain, kepentingan manusia tetap dapat dibagi menjadi dua macam :

1. Suatu kepentingan yang hasil dan pencapaian materilnya kembali pada diri orang itu sendiri di mana kerja dan usahanya bergantung pada pencapaiannya akan keinginannya tersebut.

2. Kepentingan yang tujuannya tidak kembali pada pelaku langsung atau kelompok dimana ia berasal. Kepentingan jenis ini meliputi semua kerja keras yang tujuannya lebih tinggi daripada pelaku itu sendiri, karena setiap tujuannya yang besar biasanya tidak dapat dicapai melainkan dengan kerja keras atau usaha kolektif dalam jangka waktu yang lama.

Kepentingan jenis pertama menjamin alasan terdalam seseorang , usaha, serta kesediaan menjaganya, karena pelaku merupakan orang yang memetik hasil kepentingannya dan secara langsung menikmatinya. Adalah suatu yang alamiah jika terdapat usaha dalam dirinya untuk menjaga dan berusaha memeliharanya.

Sedangkan kepentingan kedua, alasan untuk menjaga kepentingan ini tidak mencukupi. Kepentingan di sini bukan hanya pelaku yang aktif. Seringkali peranan usaha dan kerja kerasnya lebih besar daripada kepentingannya.

Dengannya, manusia memerlukan didikan subjektifitas tujuan dan penafian diri dalam alasannya. Contohnya adalah keharusan bekerja untuk kepentingan orang lain atau kelompok. Dengan kata lain, ia mesti bekerja untuk tujuan yang lebih besar daripada eksistensinya sendiri serta kepentingan-kepentingan materialistisnya. Kepentingan jenis kedua ini memerlukan penafian diri, karena kerja berikut hasilnya dipersembahkan orang lain, atau dengan kata lain : menanam benih yang buahnya tidak akan terlihat oleh orang yang menanamnya.

Oleh karena itu, adalah perlu menggugah setiap orang untuk melakukan kerja keras dan usaha yang tidak hanya diperuntukan bagi dirinya dan kepentingan materialistisnya, sehingga ia mampu meningkatkan penafian diri dengan tujuan yang lebih objektif lagi. Seperti yang telah diketahui, ibadah ritual merupakan perbuatan manusia yang dilakukan untuk mencari ridha Allah.

Oleh karena itu, usaha tersebut akan menjadi tidak dibenarkan apabila seorang hamba hanya berusaha atau beribadah untuk kepentingan pribadinya. Ibadah ritual tidak dibenarkan jika tujuan yang melatarbelakanginya adalah kebanggaan pribadi (‘ujub), mencari perhatian publik (riya’), atau pengabdian terhadap egonya sendiri, di dalam dirinya dan lingkungannya.

Sekiranya kita mengetahui semua ini, kita dapat menggambarkan kedalaman dan kapasitas latihan spiritual dan psikologi yang dilakukan manusia melalui ibadah ritual untuk tujuan yang objektif, yaitu untuk memberi dan berkorban, bekerja untuk tujuan yang lebih tinggi di semua bidang dan usaha manusia.

Berdasarkan hal ini, Anda dapat mengetahui perbedaan yang besar antara orang yang hidup bekerja dan beribadah untuk mencari ridha Allah, atau tepatnya : bekerja keras tanpa menanti balasan kerja kerasnya dengan orang yang bekerja dengan pamrih-pamrih tertentu. 16]

Imam al-Shadiq as berkata, ”Sudah semestinya bagi seorang hamba itu memurnikan niatnya di dalam setiap gerak dan diamnya. Karena jika ia tidak berada dalam keadaan seperti ini berarti ia adalah seorang yang lalai (ghafilan), padahal mereka, al-ghafilun, disifatkan Allah Ta’ala di dalam firman-Nya, ”Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi”, dan firman-Nya,”mereka itulah orang-orang yang lalai (al-ghafilun)…” 17]

Firman-Nya, ”Katakanlah : Allah! Kemudian tinggalkan yang lain-lain di dalam pertengkaran mereka yang remeh dan mereka (terus) bermain-main.” (QS Al-An’am [6] ayat 91)

Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Catatan Kaki :
1. Ibn ‘Ata’Allah, The Key To Salvation: A Sufi Manual of Invocation,
p. 1592. Rumi, Fihi Ma Fihi 193/202; William C. Chittick, Jalan Cinta Sang Sufi, hal. 287
3. William C. Chittick, Jalan Cinta Sang Sufi, hal. 289
4. Llewellyn Vaughan-Lee, Travelling the Path of Love, p. 109, Inverness, California: The Golden Sufi Center, 1995.
5. Ibn ‘Athaillah, al-Hikam, hikmah no. 11
6. Al-Mahasin hal. 242, Husain Mazhahiri, Meruntuhkan Hawa Nafsu Membangun Rohani, hal. 331
7. Henry Corbin, Creative Imagination in the Sufism of Ibn `Arabi, p. 196, Trans. Ralph Manheim. Princeton, N.J.: Princeton University Press, 1969)
8. Epifani : epiphany : theophany : bermanifestasi atau “menampakkan diri”
9. Ibid, p. 310.
10. Tafsir al-‘Iyasyi 1 : 5
11. Baqir al-Majlisi, Bihar al-Anwar 75 : 192.
12. Ibid 70 : 64.
13. Sheikha Fatima Fleur Nassery Bonnin, Surrender, Digital Islamic Library.
14. Ibn ‘Athaillah, Al-Hikam, hikmah no. 26.
15. Mizan al-Hikmah 6 : 29.
16. Ayatullah Sayyid Muhammad Baqir al-Shadr, Aspek Filosofis Ritual Islam, Jurnal al-Huda Vol. II, No. 4, 2001.
17. Mustadrak al-Wasail 1 : 10.





Readmore »»

rendah hati

Ibn ‘Ata’Allah dalam kitabnya Al Hikam mengajarkan : tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab segala sesuatu yang tumbuh dari benih yang tidak ditanam, niscaya tidak akan berbuah dengan sempurna.




Merendahlah, engkau kan seperti bintang-gemintang
Berkilau di pandang orang
Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi
Janganlah seperti asap
Yang mengangkat diri tinggi di langit
Padahal dirinya rendah-hina

(Alm. Ust. Rahmat Abdullah)

Readmore »»

Thursday, July 31, 2008

Ketika Allah Menjadi Tujuan

Ketika Allah Menjadi Tujuan
( KH Abdullah Gymnastiar )



Ada kejadian menarik ketika saya melakukan umroh beberapa waktu lalu. Di depan Multazam sempat terjadi keributan antara dua orang. Seorang dari mereka ngotot ingin terus berdoa, sedangkan seorang lagi ingin segera kebagian jatah berdoa.

"Hai cepat berdoanya, sekarang jatahnya orang lain!," bentaknya. Semakin diminta berhenti, orang yang dibentak tersebut malah terlihat semakin khusyuk dan terus merapat ke dinding. Orang itu bertambah kesal. Ditariknya orang yang tengah berdoa itu hingga hampir terjatuh. Adu mulut pun tak terelakkan. Tampaknya orang yang ditarik tidak terima dengan perlakukan tersebut.

"Kenapa kamu berbuat kasar kepada saya?," ujarnya.

"Kamu tidak tahu diri. Yang ingin berdoa di sini bukan cuma kamu, saya juga!," balas yang satu lagi.

"Saya jauh-jauh datang ke sini untuk berdoa, saya rindu kepada Allah, tapi mengapa tega-teganya engkau berbuat kasar kepadaku?"

"Yang rindu dan butuh kepada Allah bukan hanya kamu, aku pun sama. Aku pun jauh-jauh datang ke sini untuk memenuhi panggilan Allah."

Sejenak keduanya terdiam, termenung dan saling pandang.

"Eh, kalau Allah tujuan kita, kenapa ya kita sampai bertengkar!"

"Iya ya, betul juga, kenapa kita saling menyakiti."

Menarik sekali, sesudah bicara seperti itu kedua orang tersebut berpelukan dan saling meminta maaf. Indah sekali. Kejadian ini terjadi persis di depan saya. Ketika itu saya tidak bisa bicara apa-apa, selain mengucapkan tasbih dan takbir. Terpesona akan kekuasaan Allah dalam membolak-balikkan hati hamba-hamba-Nya yang beriman. Awalnya saling benci, tak lama kemudian saling menyayangi.

Hikmah terbesar dari kejadian langka ini adalah, apapun yang dilakukan karena Allah, pasti akan berbuah kebaikan. Setiap masalah yang dikembalikan kepada Allah, pasti akan terselesaikan dengan baik, tidak akan berlarut-larut. Lihatlah masa Rasulullah SAW dan para sahabat. Hampir tidak ada masalah yang berlarut-larut dan tak terpecahkan, karena semuanya dikembalikan kepada Allah.

Logikanya jelas, kita adalah ciptaan Allah, yang menguasai segenap masalah adalah Allah, yang paling tahu kebutuhan kita adalah Allah, yang layak menjadi tujuan hidup kita adalah Allah, semua kejadian ada dalam genggaman Allah. Maka, apa yang diputuskan Allah pasti yang terbaik bagi kita. Allah tidak mungkin mendzalimi hamba-hamba-Nya.

Saudaraku, yang membuat hidup kita ruwet, penuh konflik yang tak terselesaikan, adalah ketika kita lebih mengedepankan hawa nafsu serta kepentingan diri daripada aturan dan kehendak Allah. Sebab, di mana pun dan kapan pun, selama kita lebih memperturutkan nafsu, selama itu pula hidup akan sengsara. Sayangnya, kita lebih mempercayai kemampuan diri yang tidak ada apa-apanya ini, dibanding dahsyatnya pertolongan Allah. Maka tak heran andai masalah senantiasa membelenggu dan menenggelamkan kita.

Ingin bahagia dalam hidup? Jadikanlah Allah sebagai tujuan dan cita-cita hidup kita. Ingin keluarga harmonis, sakinah mawaddah wa rahmah? Jadikanlah aturan Allah dan Rasul-Nya sebagai pedoman hidup berkeluarga. Wallaahu a'lam.




Tabloid Jumat, Republika

 

__._,_.___

Readmore »»

Monday, July 28, 2008

PRAYITNO

KISAH yg bikin "geger' eh salah Gerrr milis elektro

Alkisah ada seorang engineer bernama Prayitno,ST yg bekerja di pabrik manufaktur elektronik Jepang, ni orang baru aja lolos tes perusahaan BUMN yg mengelola gas alam (jelas gede duitnya) dan mau resign, berikut ini perdebatannya dengan manajernya kita singkat aja ya, manajer = M, dan prayitno = P


M = edan kowe yo prayitno, lagi S-2 dah mau resign, dimana morality kamu?

P = morality saya ikut berlari bersama morality perusahaan, yg nyuruh karyawannya lembur2 melebihi aturan pemerintah ampe sakit tapi tunjangan kesehatan gak full

M = sebenernya mau kmu apa? dimana-mana kerja itu sama. Saya udah menjalani

2 company sebelum ini

P = karena kerja dimana2 itu sama, makanya saya gak ragu resign pak, wong sama aja kok, cuma rewardnya yg beda tho.... ya saya pilih yg rewardnya lebih

M = kenapa kmu gak mencoba profesional disini aja, klo alasannya reward, kan nanti karir serta salary kamu juga bakal naik kalo kamu bertahan

P = kenapa saya harus nunggu, klo ada company yg nawarin itu skarang?

M = tapi sayang sekali, saya pandang kmu yg paling berpotensi diantara yg lain

P = bapak udah ngomong gitu ke semua engineer yg resign sebelum saya


lanjut?...


M = tidak, ini serius, kmu memiliki potensi besar, disini kmu bisa sukses! daripada kmu memulai lagi dari bawah di company lain yg blum ketauan ntar disana kmu bakal sukses ato gak

P = disini juga sama aja

saya blum tau bakal sukses apa gak, wong namanya masa depan kok. Sama2 gak ketauan, tapi yg satu awalannya lebih baik, ya pilih yg lebih baik dunk......

M = maksud kmu lebih baik itu apa? money? uang itu bukan segala2nya

P = klo emang begitu ngapain company costdown gaji saya, apa artinya uang segitu untuk mempertahankan eksistensi engineer

M = Kta kan tidak hanya mengejar uang. Klo orientasi kmu hanya uang, kmu hanya mengejar "live". No difference with kambing, Bekerja hanya untuk bertahan hidup, Kmu itu engineer!!!! harus berorientasi pada yg lebih mulia, bekerja untuk berkarya, untuk mengembangkan diri

P = saya pengennya seperti itu, makanya saya resign. Gimana saya mau lepas dari orientasi "live" klo tiap bulan saya harus pusing mikir bayaran kos, pulsa, makan, ngirim ortu, nabung buat merit. Naaaa skarang ada company yg nawarin itu, salary yg membuat saya tenang, tak berpikir lagi tentang "live exixtency". So, boleh dunk saya ambil untuk menaikkan derajat pekerjaan saya

M = prayitno.... klo kmu ngejar yg lebih baik, gak akan abis2.... selalu ada yg lebih baik. saya sudah mengalaminya di 2 company terdahulu

P = emang gak bakal abis pak.... karena itu, ngapain saya abisin disini?

mending saya terus2an dapet yg lebih baik ampe brenti karena cape.

lagian Bapak juga nyatanya bisa brenti kan?

M = inilah yg membuat bangsa kta gak maju2. Oportunis. Orang jepang maju karena loyal

P = loyalitas tu kata2 pembenaran buat ngegaji orang dibawah level pendidikannya pak. Betul jepang itu maju. Tapi lihatlah, terjadi ketimpangan karir antara lelaki dan wanita. karena lelakinya gila kerja semua, mereka jarang menemui anaknya, akibatnya istri2 mereka harus mengimbanginya, ngalah keluar dari kerja buat nambal waktu bapak yg hilang untuk anak2nya karena bokapnya lebih cinta kerja daripada mereka.

Tanya deh cewek jepang, lelaki jepang tu paling gak romantis. Ce bawa tas berat aja dicuekin

M = tapi dimana responsibility kmu?

P = responsibility tu apa pak? perasaan dulu saya pernah punya, pas

awal2 masuk disini, tapi kata2 itulah yg dijadikan pembenaran untuk menindas saya. Atas nama responsibility, tsaya mengorbankan kesehatan untuk ketepatan schedule launching produk yg jelas2 merupakan percepatan uang masuk ke kantong pemilik saham.

Betul, manusia harus punya responsibility. Apa responsibility paling utama? keluarga. Anak dan istri adalah amanah dari Yg Diatas.

M = kmu kurang bersyukur, masih banyak orang yg susah dapet kerjaan

P = saya dah diterima Pak, itu rejeki dari Yg Diatas, Klo gak saya ambil, itu yg namanya gak bersyukur. Yg Diatas itu tau kebutuhan kta.

Makanya Dia memberi saya kerjaan baru, mungkin karena kebutuhan saya meningkat. Selain itu, Yg Diatas juga memberi pekerjaan pada satu orang pengangguran yg akan menggantikan posisi saya disini setelah resign

M = EDAN KOWE PRAYITNOOOOO! !!!! kalo gitu aku ikut kamu resign..........


P = Ngga bisa pak.... kowe wis tuwo.Cuma bisa ngelamar ke yg sesuai background. ...




Readmore »»

film sang murrobi

Karena saya belum melihat film utuhnya, maka kata-kata bijak Ustadz Rahmat Abdullah dalam dialog Film Sang Murabbi ini saya comot dari trailernya atau blog Bang Zul dan website Iqro.or.id :p

Semoga banyak ibroh dan manfaat yang bisa kita ambil dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Silahkan sampaikan pula kata-kata ini kepada orang-orang yang Anda cintai agar membawa berkah dan kebaikan bagi kita, mereka, juga Allohuyarham. Amiin…

Ų±َŲØِّ هَŲØْ Ł„ِي Ų­ُكْŁ…ًŲ§ وَŲ£َŁ„ْŲ­ِŁ‚ْنِي ŲØِالصَّŲ§Ł„ِŲ­ِŁŠŁ†َ

"(Ibrahim berdoa): 'Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang saleh,'"
(Q.S. Ash Syu'ara, 026:083)

"Ada dua hal yang mesti kita ingat. Kebaikan orang lain sama diri kita. Dan keburukan diri kita sama orang lain. Tapi ada dua hal juga yang mesti kita lupakan. Kebaikan diri kita pada orang lain dan keburukan orang lain pada diri kita…"

———

"Allah telah berfirman: 'Sesungguhnya, Aku ciptakan langit dan bumi ini, wahai manusia, buat kamu untuk berfikir, untuk menelaah bagaimana kamu menjalani hidup ini.'


Ya ayuhal ikhwah, Antum perhatikan bagaimana Alloh telah menciptakan batu dan air yang mengalir di sungai ini. Antara batu dan air tidak ada pertikaian diantara mereka. Batu tidak pernah mengatakan, 'Hai air kenapa bunyimu terlalu keras' Atau air mempersoalkan, 'Batu, kenapa kau ada disini.' Tidak ada persengketaan diantara mereka; Mana hak saya… Mana kewajiban kamu… Tapi kenapa kita tidak mau mengambil 'ibroh dari batu dan air? Kenapa kita mulai bercerai-berai, memikirkan ini hakku… ini hak saya… Ini kewajibanku… Itu kewajibanmu… Malu kita semua pada batu dan air! Ini saatnya antum semua bersatu, bekerjasama dalam ukhuwah Islamiyah… Allahu Akbar!"

———

"Jangan sampai nanti orang-orang tarbiyah dibenci karena orientasi kekuasaan. Dia tidak boleh berbangga dengan bangunannya, lalu tertidur-tidur tidak pernah mengurus urusan hariannya. Tetap dia harus kembali pada akar masalahnya, akar tarbiyahnya, mahabbin, tempat kancah dia dibangun."

———

"Nah, akhi. Tantangan dakwah seperti itu. Diuji dengan kesusahan… Dicoba dengan penderitaan… Insya Allah, kita kuat. Tapi jika diuji oleh Allah dengan kenikmatan, ini yang kita mesti hati-hati. Antum mesti sabar… ikhlas… Ingetin terus temen-temen antum, jangan seperti monyet…"

———

"Kendor ga kendornya dakwah ini kita lihat dari asal muasalnya. Dakwah ini kan ibarat kita lagi buka lahan sawah. Kita cari benih yang baik.. kita cari lahan yang baik.. kemanapun kita cari. Nah, kalo dapet benih.. kita tabur deh tuh ke padang yang baik juga. Nah sekarang udah kita tanam, kita masukin aer, nah ketika aer masuk.. ada yang dateng, belut yang dateng. Soalnya kita mau sibuk sama sawah apa mau sibuk sama belut..?"

———

"Kalau uang udah habis, minta aja lagi sama Alloh. Kalau uang udah mau abis.. itu berarti rejeki udah mau dateng lagi. Kayak sumur aja, kalau sumur kering, berarti ujan udah mau dateng."

———

"Setiap marhalah itu ada rijalnya, ada masalahnya. Jadi masing-masing kita ada cobaannya dari Alloh subhanahu wa ta'ala, begitu juga dakwah kita. Obatnya adalah kesabaran, keikhlasan antum, pengorbanan temen-temen dan kita kembali ke asholah dakwah ini.. "

———

"Seonggok kemanusiaan terkapar. Siapa yang mengaku bertanggung jawab? Bila semua pihak menghindar, biarlah saya yang menanggungnya, semua atau sebagiannya…"


Readmore »»

Thursday, May 01, 2008

Aku belum mati dan tak berencana mati dalam waktu dekat.?

Ketika semangat itu selalu bekerja sama dengan kesabaran maka :

 

Darwin E. Smith : Aku belum mati dan tak berencana mati dalam waktu dekat.?

 

Hanya dua bulan menduduki kursi CEO, Smith didiagnosis menderita kanker hidung dan tenggorokan, dan diramalkan tak akan bertahan hidup sampai setahun. Ia memberi tahu Dewan Direksi tetapi meyakinkan mereka, ?Aku belum mati dan tak berencana mati dalam waktu dekat.?

Dan

Smith membuktikan ucapannya. Ia memenuhi seluruh jadwal kerjanya yang ketat, walau setiap akhir pekan harus melakukan perjalanan dari Wisconsin ke Houston, Texas, untuk radioterapi dan hidup sampai 25 tahun kemudian ?

 

Atau pendapatnya yang kontroversial : “kalau Kimberly-Clark berani terjun ke industri konsumer produk kertas, pesaing kelas dunia seperti P&G akan memaksa mereka untuk besar atau, sebaliknya, hancur.”

 

Dan ketika sukses ia  pun hanya berujar : “Aku tidak pernah berhenti berusaha untuk qualified dalam pekerjaan CEO”

 

Kisah zuhud

Readmore »»

Monday, April 28, 2008

Seusai Mimpi Itu, Rabiah Selalu Terjaga


Seusai Mimpi Itu, Rabiah Selalu Terjaga


Oleh : Rasyan Ridha



"Hingga akhir hayatnya Rabi'ah Al Adawiyyah menyesali, bahwasanya ia pernah melalaikan shalat malam. Maka semenjak mimpinya itu Rabi'ahpun selalu terjaga dan beribadah di tengah malam."



Suatu kali dalam masa-masa keudzurannya, Rabi'ah Al Adawiyyah, seorang sufi kenamaan tak lagi kuat berlama-lama melaksanakan shalat tahajjud. Adakalanya iapun melewatkan shalat malam karena keudzurannya. Demi mengganti pahala shalat malamnya, ia menamatkan satu juz Qur'an sebelum tidur. Karena, menurut hemat Rabi'ah, pahala membaca satu juz Al Qur'an sama dengan melakukan shalat sepanjang malam.

Lama Rabi'ah melaksanakan kebiasaan itu. Sampai suatu malam, Rabi'ah bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya itu, ia seolah-olah berada diantara taman yang luas, teramat luas, dengan pepohonan hijau yang asri tumbuh disekelilingnya. Diatas tanah yang subur itu, Rabi'ah menyaksikan, sebuah Istana megah berdiri diantara hamparan hijau dan bunga-bunga aneka warna.

Ketika ia sedang asyik menikmati pemandangan sekitar, tiba-tiba Rabi'ah melihat seorang anak kecil tengah mengejar burung hijau yang terbang diatas kepala, sambil berteriak-teriak alangkah gembiranya.

Rabi'ah lalu menegur anak itu, "Untuk apa engkau tangkap burung itu ? Demi Allah, aku belum pernah melihat burung secantik itu. Biarkan ia terbang kemana ia suka."

"Ya. Benar juga kata-kata ibu,"jawab gadis cilik itu.

Gadis cilik itu lalu datang menghampiri Rabi'ah dan menggamit tangannya. Penuh keceriaan, Rabi'ah dan gadis cilik itu berjalan mengitari halaman, sehingga mereka sampai di pintu istana yang alangkah megah, kukuh dan cantiknya. Sambil mengetuk pintu, anak itu berkata: "Tolong bukakan pintu untuk kami !"

Pintu istana itu lalu terkuak lebar. Dari dalam pintu itu terpancar cahaya yang amat terang, sehingga menerangi sekeliling kami.

"Masuklah, Bu. Mari ikut sini." Anak itu menggamit lengan Rabi'ah, dan Rabi'ahpun mengikuti gadis cilik itu.

Benar dugaan Rabi'ah, dalam istana itu disaksikannya benda-benda serba indah, dengan bangunan dan tempat-tempat cengkerama yang begitu tertata, mewah dan asri.

Bersama anak itu, Rabi'ah kembali mengelilingi ruangan istana dan tak habis-habis dari mengaguminya. Sedang asyiknya Rabi'ah mengamati keadaan sekeliling, dengan tiba-tiba pintu yang menjurus kearah taman terbuka. Lagi-lagi gadis kecil itu mengajaknya, untuk kembali berhandai-handai di keluasan taman istana.

Dalam kursi-kursi berukir emas yang tersedia didalam taman, tampak para pelayan yang wajahnya cantik mempesona, tak ada bandingannya diantara wanita yang tinggal di muka bumi. Mereka cantik seperti mutiara berseri-seri, seperti hendak bepergian, sedang di tangan mereka tergenggam berbotol-botol wewangian.

Gadis kecil itu bertanya kepada mereka, "Bibi-bibi ini hendak pergi ke mana?"

Salah seorang dari pelayan istana itu menjawab : "Kami hendak pergi menemui seseorang yang terbunuh dalam pertempuran laut. Orang itu telah mati dalam keadaan syahid.

Anak itu lalu bertanya lagi : "Tidakkah kalian ingin memberi wewangian kepada perempuan ini?",seraya menunjuk ke arah Rabi'ah.

"Ia sudah mendapat wewangian, tetapi ia sendiri yang tidak mau memakainya.”ujar pelayan istana bermata jeli yang sudah bersiap-siap untuk pergi.

Sejurus kemudian gadis kecil itu melepaskan genggaman tangannya dari Rabi'ah. Dan seketika itu, Rabi'ahpun terjaga dari tidur malamnya.

Sambil menopang tubuh rentanya, kulit tipisnya yang sudah tak kuat menahan dingin malam itu, Rabi'ah pergi mengambil air wudlu. Berkali-kali Rabi'ah melafadzkan istighfar dan kemudian menunaikan shalat malam dalam suasana hati penuh sesal dan haru. Hingga akhir hayatnya Rabi'ah Al Adawiyyah menyesali, bahwasanya ia pernah melalaikan shalat malam. Maka semenjak mimpinya itu Rabi'ahpun selalu terjaga dan beribadah di tengah malam.

Readmore »»

Renungan untuk suami-suami: Bila Istri Cerewet

Renungan untuk suami-suami: Bila Istri Cerewet
Oleh : Ahmad Bustam


Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun cerewet.

Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa. Menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun
terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkanistrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana,ia selalu tegas pada siapapun?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?

1. Benteng Penjaga Api Neraka

Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat.

Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat.

Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

2. Pemelihara Rumah

Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap
sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran.

Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul
akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.

3. Penjaga Penampilan

Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa
yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu

4. Pengasuh Anak-anak

Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salahdengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke
depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

5. Penyedia Hidangan

Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam,sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa
takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah
berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.

Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya.Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh
anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda.Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci makitak terpuji.

Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilakuUmar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.

Find this article on milist supermindpwer.. lets join in
http://tech.groups.yahoo.com/group/SuperMindPower

</div>

Readmore »»

Sunday, April 27, 2008

BERBUATLAH YANG TERBAIK - Kisah 4 Istri

BERBUATLAH YANG TERBAIK - Kisah 4 Istri
Berbuat Baiklah Selama Masih Hidup


Berbuatlah yang terbaik dalam hidupmu selama engkau masih
di dunia...

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4
isteri. Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya
harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik di antara
semua isterinya.


Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. ia sangat
bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk
memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya.
Namun ia juga selalu kuatir kalau isterinya ini lari
dengan pria lain. Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang
pedagang sangat menyukainya karena ia isteri yang sabar
dan penuh pengertian.

Kapan pun pedagang mendapat masalah, ia selalu minta
pertimbangan isteri ke-2-nya ini, yang selalu menolong dan
mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit.

Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan yang
sangat setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan
keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua
kekayaan dan bisnis sang suami.

Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski
isteri pertama ini begitu sayang kepadanya. Suatu hari si
pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan segera
meninggal. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan
berkata dalam hati, "Saat ini aku punya 4 isteri. Namun
saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan."

ISTERI KE-4: NO WAY

Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan bertanya
pada isteri ke-4-nya. "Engkaulah yang paling kucintai,
kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah, sekarang aku
akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?" Ia
terdiam.... tentu saja tidak! Jawab isteri ke-4 dan pergi
begitu saja tanpa berkata apa2 lagi. Jawaban ini sangat
menyakitkan hati. Seakan2 ada pisau terhunus dan mengiris-
iris hatinya.

ISTERI KE-3: MENIKAH LAGI

Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3. "Aku
pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan
berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir
hayatku?" Isterinya menjawab, "hidup begitu indah di sini,
Aku akan menikah lagi jika kau mati". Bagai disambar petir
di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan
jawaban tsb. Badannya terasa demam.

ISTERI KE-2: SAMPAI LIANG KUBUR

Kemudian ia memanggil isteri ke-2. "Aku selalu berpaling
kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu
membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu.
Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?" Jawab sang
isteri, "Maafkan aku kali ini aku tak bisa menolongmu. Aku
hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nantiakan
kubuatkan makam yang indah untukmu."

ISTERI KE-1: SETIA BERSAMA SUAMI

Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa itu,
tiba- tiba terdengar suara, "Aku akan tinggal bersamamu
dan menemanimu kemana pun kau pergi.

Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.
Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri
pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya
seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang
lalu bergumam, "Kalau saja aku bisa merawatmu lebih baik
saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti
ini, isteriku."

HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI

Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini. Isteri
ke-4 adalah TUBUH kita. Seberapa banyak waktu dan biaya
yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah
dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu batas waktu
dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa
saat kita menghadap kepada-Nya.

Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN. Saat kita
meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka
akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya.
Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan
sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah
tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.

Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN. Seberapa
pun dekat hubungankita dengan mereka, kita tak akan bisa
terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka
menemani kita. Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah
JIWA DAN AMAL KITA. Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita
sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemana
pun kita melangkah. Hanya amallah yang mampu menolong kita
di akhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak
serta jangan pernah malu untuk berbuat amal, memberikan
pertolongan kepada sesama yang membutuhkan. Betapa pun
kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat
berarti bagi mereka yang memerlukannya.

Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita dengan
bijak.


Pesan Seorang Ayah

Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya
meninggal, sebelumnya berpesan dua hal:
1. Jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang
kepadamu.. dan
2. Jika pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukamu
terkena sinar matahariĆ¢€¦
Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa
beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung
bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.
Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada
mereka...

Jawab anak yang bungsu : Inilah karena saya mengikuti
pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih
hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai
akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang
kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih.
Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang
dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena
sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau
andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi
karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku
bertambah banyak.
Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun
bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung: Ini semua adalah karena saya
mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya saya
tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya,
maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian
modal tidak susut. Juga ayah berpesan agar supaya jika
saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh
terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko
sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari
terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka,
dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga
karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku
menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama.
Bagaimana dengan kita?
Kisah di atas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di
tanggapi dengan presepsi yang berbeda jika kita melihat
dengan positif attitude maka segala kesulitan sebenarnya
adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita
bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena
rutinitas kita ... pilihan ada di tangan kita.
"Berusahalah melakukan hal biasa yang dikerjakan
dengan cara yang luar biasa..."


Readmore »»

Monday, April 21, 2008

PESAN UNTUK ORANG-ORANG BIASA

Itu pesan untuk aku yang kubaca dari ust Anis Matta, seperti pesan para idealis untuk para realis, seperti pesan si Rajin untuk Pemalas... ketika tulisan lengkap itu mengawali pesan di awal paragrafnya :

Kumpulan tulisan ini adalah anak-anak zamannya. Lahir saat badai menerpa seluruh sisi kehidupan bangsa kita. Kumpulan tulisan ini adalah kerja kecil untuk tetap mempertahankan harapan dan optimisme kita di tengah badai itu.




Itu pesan untuk aku : pertahankan harapan!, karena tanpa harapan tiada ibu yang mau melahirkan anaknya, tiada ibu yang mau menyusui anaknya, tiada manusia lahir di dunia....

Readmore »»

Wednesday, March 05, 2008

mencari pahlawan indonesia!

Sudah lama tidak kubuka buku itu... Masih seperti dulu, usang plastiknya pun sudah tidak bisa menutup buku itu dengan sempurna...
dulu setidaknya disela "kepenatan hidup" (seolah dramatis banget) aku menyela kepenatan itu dengan membaca buku ini, Mencari Pahlawan Indonesia, karangan ust. Annis Matta. Ini bukan buku tentang fiqh, bukan pula buku sejarah, tapi kedua bahasan itu juga tersirat dari tulisan - tulisan di dalamnya...

ketika temanku meminjam buku, jarang yang bisa membacanya sampai tuntas, yah memang buku itu bukan buku yang ringan untuk dibaca, tapi diantara bagian yang paling sering dibaca tragedi cinta

bagian yang menarik dari buku itu bukan itu saja, "pesan" untuk tidak menjadi orang biasa disampaikan secara menarik....

Readmore »»

Friday, February 22, 2008

Buya Hamka


Biografi

Hamka. Bagaimana ketika seorang manusia besar menghadapi lawannya? Walau sempat dipenjarakan dalam masa kekuasaan Soekarno, namun tak ada rasa dendam pribadi yang tersimpan ketika Soekarno wafat. Bahkan Buya Hamka datang melayat dan menyolatkan Soekarno saat itu. Sungguh pribadi yang luar biasa yang mampu menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang yang menzoliminya. “Saya sudah memaafkannya. Dibalik segala kesalahannya sebagai manusia, Soekarno itu banyak jasanya”, ujar Buya Hamka. Begitulah muslim! Ketika keimanan sudah menghujam maka tiada tempat setitikpun bagi dendam untuk bersemayam.

Bagaimana jika muslim rendah hati ini menghadapi cobaan? Tafsir Al-Azhar 5 jilid-pun lahir dari tangannya justru saat beliau dipenjara! Kesabaran itu mampu mengubah cobaan jadi tantangan, dan cobaan hanyalah sekedar lading amal dalam rasa pahit.

HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah.

Beliau adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara. Beliau lahir pada 17 Februari 1908 di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, Indonesia. Ayahnya ialah Syeikh Abdul Karim bin Amrullah atau dikenali sebagai Haji Rasul, seorang pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.

Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 tahun, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.

Hamka mula-mula bekerja sebagai guru agama pada tahun 1927 di Perkebunan Tebing Tinggi, Medan dan guru agama di Padang Panjang pada tahun 1929. Hamka kemudian dilantik sebagai dosen di Universitas Islam, Jakarta dan Universitas Muhammadiyah, Padang Panjang dari tahun 1957 hingga tahun 1958. Setelah itu, beliau diangkat menjadi rektor Perguruan Tinggi Islam, Jakarta dan Profesor Universitas Mustopo, Jakarta. Dari tahun 1951 hingga tahun 1960, beliau menjabat sebagai Pegawai Tinggi Agama oleh Menteri Agama Indonesia, tetapi meletakkan jabatan itu ketika Sukarno menyuruhnya memilih antara menjadi pegawai negeri atau bergiat dalam politik Majlis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi).

Hamka adalah seorang otodidiak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti dan Hussain Haikal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Perancis, Inggris dan Jerman seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx dan Pierre Loti. Hamka juga rajin membaca dan bertukar-tukar pikiran dengan tokoh-tokoh terkenal Jakarta seperti HOS Tjokroaminoto, Raden Mas Surjopranoto, Haji Fachrudin, Ar Sutan Mansur dan Ki Bagus Hadikusumo sambil mengasah bakatnya sehingga menjadi seorang ahli pidato yang handal.

Hamka juga aktif dalam gerakan Islam melalui organisasi Muhammadiyah. Beliau mengikuti pendirian Muhammadiyah mulai tahun 1925 untuk melawan khurafat, bidaah, tarekat dan kebatinan sesat di Padang Panjang. Mulai tahun 1928, beliau mengetuai cabang Muhammadiyah di Padang Panjang. Pada tahun 1929, Hamka mendirikan pusat latihan pendakwah Muhammadiyah dan dua tahun kemudian beliau menjadi konsul Muhammadiyah di Makassar. Kemudian beliau terpilih menjadi ketua Majlis Pimpinan Muhammadiyah di Sumatera Barat oleh Konferensi Muhammadiyah, menggantikan S.Y. Sutan Mangkuto pada tahun 1946. Beliau menyusun kembali pembangunan dalam Kongres Muhammadiyah ke-31 di Yogyakarta pada tahun 1950.

Pada tahun 1953, Hamka dipilih sebagai penasihat pimpinan Pusat Muhammadiah. Pada 26 Juli 1977, Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. Mukti Ali melantik Hamka sebagai ketua umum Majlis Ulama Indonesia tetapi beliau kemudiannya meletak jawatan pada tahun 1981 karena nasihatnya tidak dipedulikan oleh pemerintah Indonesia.

Kegiatan politik Hamka bermula pada tahun 1925 ketika beliau menjadi anggota partai politik Sarekat Islam. Pada tahun 1945, beliau membantu menentang usaha kembalinya penjajah Belanda ke Indonesia melalui pidato dan menyertai kegiatan gerilya di dalam hutan di Medan. Pada tahun 1947, Hamka diangkat menjadi ketua Barisan Pertahanan Nasional, Indonesia. Beliau menjadi anggota Konstituante Masyumi dan menjadi pemidato utama dalam Pilihan Raya Umum 1955. Masyumi kemudiannya diharamkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1960. Dari tahun 1964 hingga tahun 1966, Hamka dipenjarakan oleh Presiden Sukarno karena dituduh pro-Malaysia. Semasa dipenjarakanlah maka beliau mulai menulis Tafsir al-Azhar yang merupakan karya ilmiah terbesarnya. Setelah keluar dari penjara, Hamka diangkat sebagai anggota Badan Musyawarah Kebajikan Nasional, Indonesia, anggota Majelis Perjalanan Haji Indonesia dan anggota Lembaga Kebudayaan Nasional, Indonesia.

Selain aktif dalam soal keagamaan dan politik, Hamka merupakan seorang wartawan, penulis, editor dan penerbit. Sejak tahun 1920-an, Hamka menjadi wartawan beberapa buah akhbar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam dan Seruan Muhammadiyah. Pada tahun 1928, beliau menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1932, beliau menjadi editor dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makasar. Hamka juga pernah menjadi editor majalah Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat dan Gema Islam.

Hamka juga menghasilkan karya ilmiah Islam dan karya kreatif seperti novel dan cerpen. Karya ilmiah terbesarnya ialah Tafsir al-Azhar (5 jilid) dan antara novel-novelnya yang mendapat perhatian umum dan menjadi buku teks sastera di Malaysia dan Singapura termasuklah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Kaabah dan Merantau ke Deli.

Hamka pernah menerima beberapa anugerah pada peringkat nasional dan antarabangsa seperti anugerah kehormatan Doctor Honoris Causa, Universitas al-Azhar, 1958; Doktor Honoris Causa, Universitas Kebangsaan Malaysia, 1974; dan gelar Datuk Indono dan Pengeran Wiroguno dari pemerintah Indonesia.

Hamka telah pulang ke rahmatullah pada 24 Juli 1981, namun jasa dan pengaruhnya masih terasa sehingga kini dalam memartabatkan agama Islam. Beliau bukan sahaja diterima sebagai seorang tokoh ulama dan sasterawan di negara kelahirannya, malah jasanya di seluruh alam Nusantara, termasuk Malaysia dan Singapura, turut dihargai.

Daftar Karya Buya Hamka

  1. Khatibul Ummah, Jilid 1-3. Ditulis dalam huruf Arab.
  2. Si Sabariah. (1928)
  3. Pembela Islam (Tarikh Saidina Abu Bakar Shiddiq),1929.
  4. Adat Minangkabau dan agama Islam (1929).
  5. Ringkasan tarikh Ummat Islam (1929).
  6. Kepentingan melakukan tabligh (1929).
  7. Hikmat Isra' dan Mikraj.
  8. Arkanul Islam (1932) di Makassar.
  9. Laila Majnun (1932) Balai Pustaka.
  10. Majallah 'Tentera' (4 nomor) 1932, di Makassar.
  11. Majallah Al-Mahdi (9 nomor) 1932 di Makassar.
  12. Mati mengandung malu (Salinan Al-Manfaluthi) 1934.
  13. Di Bawah Lindungan Ka'bah (1936) Pedoman Masyarakat,Balai Pustaka.
  14. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (1937), Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka.
  15. Di Dalam Lembah Kehidupan 1939, Pedoman Masyarakat, Balai Pustaka.
  16. Merantau ke Deli (1940), Pedoman Masyarakat, Toko Buku Syarkawi.
  17. Margaretta Gauthier (terjemahan) 1940.
  18. Tuan Direktur 1939.
  19. Dijemput mamaknya,1939.
  20. Keadilan Ilahy 1939.
  21. Tashawwuf Modern 1939.
  22. Falsafah Hidup 1939.
  23. Lembaga Hidup 1940.
  24. Lembaga Budi 1940.
  25. Majallah 'SEMANGAT ISLAM' (Zaman Jepun 1943).
  26. Majallah 'MENARA' (Terbit di Padang Panjang), sesudah revolusi 1946.
  27. Negara Islam (1946).
  28. Islam dan Demokrasi,1946.
  29. Revolusi Pikiran,1946.
  30. Revolusi Agama,1946.
  31. Adat Minangkabau menghadapi Revolusi,1946.
  32. Dibantingkan ombak masyarakat,1946.
  33. Didalam Lembah cita-cita,1946.
  34. Sesudah naskah Renville,1947.
  35. Pidato Pembelaan Peristiwa Tiga Maret,1947.
  36. Menunggu Beduk berbunyi,1949 di Bukittinggi,Sedang Konperansi Meja Bundar.
  37. Ayahku,1950 di Jakarta.
  38. Mandi Cahaya di Tanah Suci. 1950.
  39. Mengembara Dilembah Nyl. 1950.
  40. Ditepi Sungai Dajlah. 1950.
  41. Kenangan-kenangan hidup 1,autobiografi sejak lahir 1908 sampai pd tahun 1950.
  42. Kenangan-kenangan hidup 2.
  43. Kenangan-kenangan hidup 3.
  44. Kenangan-kenangan hidup 4.
  45. Sejarah Ummat Islam Jilid 1,ditulis tahun 1938 diangsur sampai 1950.
  46. Sejarah Ummat Islam Jilid 2.
  47. Sejarah Ummat Islam Jilid 3.
  48. Sejarah Ummat Islam Jilid 4.
  49. Pedoman Mubaligh Islam,Cetakan 1 1937 ; Cetakan ke 2 tahun 1950.
  50. Pribadi,1950.
  51. Agama dan perempuan,1939.
  52. Muhammadiyah melalui 3 zaman,1946,di Padang Panjang.
  53. 1001 Soal Hidup (Kumpulan karangan dr Pedoman Masyarakat, dibukukan 1950).
  54. Pelajaran Agama Islam,1956.
  55. Perkembangan Tashawwuf dr abad ke abad,1952.
  56. Empat bulan di Amerika,1953 Jilid 1.
  57. Empat bulan di Amerika Jilid 2.
  58. Pengaruh ajaran Muhammad Abduh di Indonesia (Pidato di Kairo 1958), utk Doktor Honoris Causa.
  59. Soal jawab 1960, disalin dari karangan-karangan Majalah GEMA ISLAM.
  60. Dari Perbendaharaan Lama, 1963 dicetak oleh M. Arbie, Medan; dan 1982 oleh Pustaka Panjimas, Jakarta.
  61. Lembaga Hikmat,1953 oleh Bulan Bintang, Jakarta.
  62. Islam dan Kebatinan,1972; Bulan Bintang.
  63. Fakta dan Khayal Tuanku Rao, 1970.
  64. Sayid Jamaluddin Al-Afhany 1965, Bulan Bintang.
  65. Ekspansi Ideologi (Alghazwul Fikri), 1963, Bulan Bintang.
  66. Hak Asasi Manusia dipandang dari segi Islam 1968.
  67. Falsafah Ideologi Islam 1950(sekembali dr Mekkah).
  68. Keadilan Sosial dalam Islam 1950 (sekembali dr Mekkah).
  69. Cita-cita kenegaraan dalam ajaran Islam (Kuliah umum) di Universiti Keristan 1970.
  70. Studi Islam 1973, diterbitkan oleh Panji Masyarakat.
  71. Himpunan Khutbah-khutbah.
  72. Urat Tunggang Pancasila.
  73. Doa-doa Rasulullah S.A.W,1974.
  74. Sejarah Islam di Sumatera.
  75. Bohong di Dunia.
  76. Muhammadiyah di Minangkabau 1975,(Menyambut Kongres Muhammadiyah di Padang).
  77. Pandangan Hidup Muslim,1960.
  78. Kedudukan perempuan dalam Islam,1973.
  79. [Tafsir Al-Azhar][1] Juzu' 1-30, ditulis pada masa beliau dipenjara oleh Sukarno.

Readmore »»